Banjir Kudus

Sudah 4 Hari Jetiskapuan Kudus Direndam Banjir, Warga Berharap Pemerintah Normalisasi Sungai Wulan

Banjir menggenangi permukiman di sejumlah titik di Desa Jetiskapuan, Kecamatan Jati. Banjir sejak Sabtu (11/2/2023) itu belum menunjukkan tanda surut.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Rezanda Akbar D
Warga menerobos banjir di Jetiskapuan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Selasa (14/2/2023). Banjir menggenangi wilayah tersebut sejak Sabtu (11/2/2023) akibat luapan Sungai Wulan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Banjir menggenangi permukiman di sejumlah titik di Desa Jetiskapuan, Kecamatan Jati. Banjir sejak Sabtu (11/2/2023) itu belum menunjukkan tanda-tanda surut pada Selasa (14/2/2023).

Banjir terjadi akibat intensitas hujan sedang yang mengguyur desa tersebut.

Pada Selasa pagi, genangan air tak hanya menggenangi jalan desa tetapi juga sawah, pelataran rumah, ada juga yang masuk ke dalam rumah.

Hal itu disebabkan air dari Kota Kudus turun ke Desa Jetiskapuan lantaran saluran air di Sungai Wulan tersendat.

Baca juga: 26 Siswa SD Negeri 2 Mejobo Kudus Diduga Keracunan Maklor dan Jasuke, 10 Anak Dilarikan ke Puskesmas

Baca juga: Biaya Haji Belum Pasti, Kemenag Kudus Tetap Siapkan Calon Jemaah Urus Paspor. KBIH Mulai Dipanggil

Zubaidi, warga Jetiskapuan mengatakan, banjir terjadi sejak Sabtu dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 40 sentimeter.

"Hujan di kota dan di Muria itu airnya kan lari ke sini. Ketinggian (banjir) itu kalau di jalan, kemarin sampai 60-70cm kalau di rumah-rumah, paling 40-50cm," katanya, Selasa.

"Tapi, warga sini semua sudah terbiasa dengan banjir jadi ya santai aja," tambahnya.

Baca juga: Sempat Terseret 200 Meter, Pemuda di Dawe Kudus Harus Relakan Motornya Dibawa Kabur Pencuri

Baca juga: Mobil Minibus Masuk Parit di Jepara. Saat Dicek Petugas Bea Cukai Kudus, Bawa 19 Bal Rokok Ilegal

Zubaidi berharap, pemerintah segera melakukan normalisasi Sungai Wulan sehingga kapasitas sungai meningkat dan aliran air sungai lancar.

Sementara itu, Ketua Desa Tangguh Bencana (Destana) Jetiskapuan, Firsa, membenarkan bahwa banjir yang terjadi lantaran aliran air Sungai Wulan tidak berjalan maksimal.

"Kalau untuk persawahan, banjir itu sampai 1,5 meter. Itu 100 persen semuanya terendam banjir sejak banjir awal tahun, Januari kemarin," jelasnya.

Untuk berjaga-jaga, pihaknya masih membuka posko destana. (*)

Baca juga: Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tenggelam di Waduk Sempor Kebumen, Identitas Belum Terkuak

Baca juga: Divonis 15 Tahun Penjara, Kuat Maruf: Saya akan Banding, Saya Tidak Membunuh dan Tidak Berencana

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved