Berita Tegal
Kuliner Enak Legendaris Khas Kota Tegal: Blengong Goreng Bapak Taswadi
Satu makanan khas Kota Tegal, sekaligus kuliner legendaris, blengong goreng. Blengong adalah peranakan bebek dan entok.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: mamdukh adi priyanto
Warung blengong goreng berada persis di samping rumah, bukanya hanya jam makan siang, pukul 10.30- 14.00 WIB.
Sedangkan saat sore, ia dan keluarganya berjualan kupat blengong di sentral kuliner di Jalan Sawo, Kelurahan Kraton.
"Kalau yang di sini hanya untuk makan siang.
Menunya hanya blengong goreng dan sate semur," ujarnya.
Baca juga: Ungguli Borobudur! Jumlah Pengunjung Guci Tegal saat Natal Tembus 10 Ribu Orang, Terbanyak di Jateng
Heni mengatakan, blengong gorengnya memang terkenal memiliki cita rasa yang gurih.
Rasa tersebut diperoleh dari bumbu khas warisan keluarga.
Selain itu, blengong yang merupakan peranakan bebek dan entok dagingnya memang enak.
"Gurihnya karena masaknya, merebusnya lama kurang lebih enam jam dan resep bumbunya," katanya.
Heni bersyukur, setiap siang hari warungnya selalu ramai.
Bahkan wali kota juga sering memesannya.
Dalam sehari ia bisa menghabiskan 15 ekor blengong.
Jumlah tersebut lalu dibagi untuk warung yang di rumah dan untuk sore hari di Jalan Sawo.
"Untuk harga terjangkau, daging goreng Rp10 ribu perpotong dan sate semur Rp4.000 pertusuk," ungkapnya. (*)
Baca juga: Camping di Tegal Bisa di Golden Park Guci: Harga Permalam, Fasilitas, dan Kapasitas
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.