Banjir Kudus

Demi Bisa Tetap Berjualan, Suami Istri di Kudus Harus Terobos Banjir 1 Km Setiap Pagi

Banjir di Kabupaten Kudus yang berlangsung lebih dari sepekan membuat pasangan suami istri Solikhan-Sujinah memutar otak agar bisa tetap jualan.

Penulis: Saiful Masum | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Sujinah dan Solikhan menerobos banjir sepulang dari pasar menuju rumah mereka di Dukuh Karang Turi, Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Senin (9/1/2023). Setiap hari, keduanya harus menerjang banjir 1 kilometer untuk bisa membeli barang dagangan ke pasar. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Banjir di Kabupaten Kudus yang berlangsung lebih dari sepekan membuat pasangan suami istri Solikhan (50) dan Sujinah (50) memutar otak agar bisa tetap berjualan untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Setiap hari, mereka harus menerjang banjir sepanjang 1 kilometer dengan naik gethek untuk membeli bahan dagangan.

Sebenarnya, tempat tinggal Solikhan-Sujinah di Dukuh Karang Turi, Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, tak terlalu terdampak banjir.

Tetapi, jalan utama bagi warga untuk menjangkau Kecamatan Kaliwungu dan pusat Kota Kretek, tergenang banjir.

Bahkan, ketinggian air mencapai perut orang dewasa.

Baca juga: Banjir Masih Mengepung Kudus, 1.128 Warga Bertahan di Pengungsian

Baca juga: Stok Makanan Korban Banjir Tanggulangin Kudus Menipis, Warga Enggan Mengungsi karena Takut Pencurian

Kondisi tersebut memaksa warga Karang Turi mengarungi banjir menggunakan perahu atau getek untuk menuju lokasi aktivitas, mulai dari sekolah, bekerja, ke pasar, hingga kegiatan lain.

Solikhan dan Sujinah sendiri, setiap hari harus kulakan barang dagangan ke Pasar Jetak, Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu.

Agar bisa sampai ke tempat tujuan, keduanya harus mendompleng perahu-perahu kecil yang digunakan untuk mengangkut pelajar.

Namun, Sujinah dan Solikhan terkadang harus menunggu cukup lama agar bisa melewati genangan banjir dengan aman.

Sujinah dan Solikhan, warga Dukuh Karang Turi, Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, memuat belanjaan menggunakan getek di tengah kepungan banjir, Senin (9/1/2023). Setiap hari, keduanya harus menerjang banjir 1 kilometer untuk bisa membeli barang dagangan ke pasar.
Sujinah dan Solikhan, warga Dukuh Karang Turi, Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, memuat belanjaan menggunakan getek di tengah kepungan banjir, Senin (9/1/2023). Setiap hari, keduanya harus menerjang banjir 1 kilometer untuk bisa membeli barang dagangan ke pasar. (TRIBUNBANYUMAS/SAIFUL MA'SUM)

Akhirnya, keduanya membuat getek dengan memanfaatkan bambu dan gembes supaya tidak lagi mengandalkan perahu relawan.

"Saya kulakan belanjaan setiap hari. Mau enggak mau harus punya (getek) sendiri supaya enggak terganggu waktunya," terang Sujinah, Senin (9/1/2023).

Sujinah dan suaminya biasa ke pasar pukul 06.00 WIB hingga 08.30 WIB.

Saat tidak banjir, keduanya biasa ke pasar mengendarai motor.

Namun, sejak banjir, mereka harus menerobos banjir sepanjang 1 kilometer.

Ketika pulang dari pasar, Solikhan mengambilkan getek dan menaikkan barang belanjaan ke atas perahu buatannya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved