Berita Banyumas

Siswa SD Negeri 1 Kober Geruduk Kantor Bupati Banyumas. Bukan untuk Demo, Ini yang Mereka Lakukan

Puluhan siswa SD Negeri 1 Kober, Purwokerto Barat, menggeruduk kantor bupati Banyumas, Selasa (6/12/2022).

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
ISTIMEWA/Pemkab Banyumas
Siswa kelas 4 SD Negeri 1 Kober, Kecamatan Purwokerto Barat, mendengarkan penjelasan pegawai Pemkab Banyumas terkait sejarah benda-benda di Pendopo Si Panji Purwokerto, Selasa (6/12/2022). Kegiatan yang diikuti 53 siswa ini merupakan bagian dari pembelajaran ruang kelas (outing class) bidang muatan lokal Banyumas. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Puluhan siswa SD Negeri 1 Kober, Purwokerto Barat, menggeruduk kantor bupati Banyumas, Selasa (6/12/2022).

Bukan melakukan demo atau menyampaikan aspirasi, mereka datang untuk belajar tentang sejarah Banyumas.

Didampingi sejumlah guru dan perwakilan orangtua, 53 siswa kelas 4 ini mengikuti kegiatan pembelajaran di luar kelas atau outing class.

Kunjungan mereka di lingkungan kerja bupati ini diterima tim dari Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Banyumas.

Baca juga: Sangat Diminati, Berapa Honor dan Fasilitas yang Didapat PPK Pemilu 2024? Ini Jawaban KPU Banyumas

Baca juga: 1.337 Peserta Ikuti Seleksi PPK KPU Banyumas. Hanya Diambil 135 Orang, Tugas di 27 Kecamatan

Selain mengunjungi kantor bupati, para siswa juga diajak berkeliling ke kantor wakil bupati, kantor sekda, Pendopo Si Panji, dan kantor DPRD Banyumas yang berada di satu lingkungan.

"Adik-adik, ini adalah Saka Si Panji yang dibawa dari Banyumas Kota Lama karena pusat pemerintahan dipindahkan ke Purwokerto."

"Pendopo ini dibangun pada tahun 1706, pada pemerintahan Bupati ke 7, Tumenggung Yudha Negara II," ujar Vista Dini Astika, anggota tim penerima kunjungan, saat menjelaskan sejarah benda-benda di Pendopo Si Panji.

Selain Saka Si Panji, Vista juga menjelaskan terkait gamelan, bedug, kentongan, serta gedung pusaka di pendopo tersebut.

Wali kelas 4B SD Kober 1 Merlia Vesti mengatakan, pembelajaran di luar kelas ini bertujuan mengenalkan kepada siswa, tempat-tempat umum yang menjadi ikon dan sejarah Banyumas.

"Selain itu, juga memastikan keberadaan pendopo yang menyimpan Saka Guru Si Panji, Gamelan, Bedug, Gedung Pusaka, karena itu semua ada dalam buku mulok (muatan lokal) Banyumas," kata Merlia.

Merlia berharap, kegiatan ini bisa menginspirasi siswa lebih mengenal tempat sejarah dan menumbuhkan rasa kecintaan terhadap daerah sendiri.

Baca juga: Dindik Banyumas Raih Penghargaan Terbaik Tingkat Jateng, Terbanyak Ajukan Akreditasi PAUD dan PNF

Baca juga: Canangkan GNSTA, Bupati Banyumas Ajak Semua Pihak Tertib Kelola Arsip

Jingga, satu di antara siswa, mengaku senang mengikuti kegiatan pembelajaran di luar kelas itu.

"Senang sekali belajar di luar kelas seperti ini. Bisa melihat langsung Pendopo Si Panji dan sekitarnya, ada saka guru, gedung pusaka, juga gamelan," tuturnya.

Sementara, Ketua Paguyuban Wali Murid Kelas 4 SD Negeri 1 Kober Wiwit Indriyati mengatakan, paguyuban sangat mendukung kegiatan outing class karena membuat siswa lebih mengenal bangunan bersejarah di Banyumas.

"Kami, sebagai orang tua, mendukung karena anak jadi tahu sejarah dan letak bangunan bersejarah."

"Saya sendiri, sebagai orang Banyumas, belum pernah ke sini, paling di alun-alun," kata Wiwit saat mendampingi siswa. (*)

Baca juga: Unik! Bentuknya Menyerupai Batu, Ini Binatang Endemik di Pegunungan Muria, Tinggal 60 Ekor

Baca juga: PHRI Kota Tegal: Semoga Tak Ada Isu Covid-19 saat Nataru, Optimis Kipas-kipas Duit

Baca juga: Ferdy Sambo Sebut Putri Candrawathi Diperkosa Yoshua di Magelang

Baca juga: DPR Sahkan RKUHP Jadi KUHP, Ada Catatan dari Fraksi PKS dan Demokrat

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved