Hakim Agung Terjerat Suap

Jadi Tersangka KPK, Gazalba Saleh Belum Dinonaktifkan sebagai Hakim Agung. Begini Penjelasan MA

Mahkamah Agung (MA) belum menonaktifkan Hakim Agung Gazalba Saleh meski KPK telah meneteapkan Gazalba sebagai tersangka kasus suap.

Editor: rika irawati
Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Hakim Agung Gazalba Saleh usai diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA) yang menjerat Hakim Agung nonaktif Sudrajad Dimyati, Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (27/10/2022). Saat ini, Gazalba juga ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap hasil pengembangan kasus Sudrajad Dimyati. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Mahkamah Agung (MA) belum menonaktifkan Hakim Agung Gazalba Saleh meski Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Gazalba sebagai tersangka kasus dugaan suap.

MA memilih menunggu perkembangan proses hukum kasus ini lnataran Gazalba mengajukan praperadilan atas penetapannya sebagai tersangka.

"MA belum menonaktifkan GZ (Gazalba Saleh) karena masih menunggu perkembangan proses hukumnya yang saat ini ditangani KPK," ujar Juru Bicara MA Andi Samsan Nganro, Senin (28/11/2022).

Baca juga: Lagi! Hakim Agung Ditetapkan sebagai Tersangka Suap, Hasil Pengembangan Kasus Sudrajat Dimyati

Baca juga: Ditahan KPK, Sudrajad Dimyati Diberhentikan Sementara dari Posisi Hakim Agung MA

Andi mengatakan, MA masih menunggu hasil gugatan gugatan praperadilan terhadap KPK.

"Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya. Terkait proses hukum yang dihadapi GZ, MA nanti akan mengambil sikap pada waktunya sesuai peraturan hukum yang berlaku," kata Wakil Ketua MA Bidang Yudisial ini.

Diberitakan sebelumnya, KPK menetapkan Hakim Agung Gazalba Saleh sebagai tersangka dugaan suap pengurusan perkara di MA.

Penetapan itu merupakan pengembangan kasus yang sebelumnya menjerat Hakim Agung nonaktif Sudrajad Dimyati dan kawan-kawan.

Soal penetapan tersangka, Gazalba Saleh melawan KPK dengan mengajukan praperadilan.

Gugatan dilayangkan ke PN Jakarta Selatan pada Jumat, 25 November 2022 dan teregistrasi dengan nomor perkara 110/Pid.Pra/2022/PN JKT.SEL.

Merujuk informasi dari pengadilan, sidang perdana akan digelar pada 12 Desember 2022, pukul 10.00 WIB.

Baca juga: Menko Polhukam Mahfud MD Minta Hakim Agung Terjaring OTT KPK dan Terlibat Suap, Dihukum Berat

Baca juga: Hakim Agung Terjaring OTT, KPK: Dunia Peradilan Masih Tercemari Uang

Gazalba Saleh bertindak sebagai pemohon dan KPK sebagai termohon.

Berikut rincian gugatan Gazalba yang dilayangkan ke pengadilan:

  1. Mengabulkan Permohonan PEMOHON Praperadilan untuk seluruhnya;
  2. Menyatakan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan KPK Nomor: B/714/DIK.00/23/11/2022 tanggal 01 November 2022 yang menetapkan pemohon sebagai Tersangka oleh termohon terkait peristiwa pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 huruf c dan/atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP adalah tidak sah dan tidak berdasar atas hukum, dan oleh karenanya Penetapan a quo tidak mempunyai kekuatan mengikat;
  3. Menyatakan Penetapan Tersangka terhadap diri pemohon sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 huruf c dan/atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP adalah tidak sah dan tidak berdasar atas hukum;
  4. Menyatakan tidak sah segala keputusan atau penetapan yang dikeluarkan lebih lanjut oleh termohon yang berkaitan dengan Penetapan Tersangka terhadap diri pemohon oleh termohon;
  5. Memulihkan hak pemohon dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya;
  6. Membebankan biaya perkara yang timbul kepada Negara;

"Pemohon sepenuhnya memohon kebijaksanaan Yang Terhormat Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memeriksa, mengadili dan memberikan putusan terhadap Perkara a quo dengan tetap berpegang pada prinsip keadilan, kebenaran dan rasa kemanusiaan," bunyi gugatan Gazalba Saleh, dikutip dari situs PN Jaksel, Jumat (25/11/2022).

Terkait gugatan ini, KPK menyatakan siap menghadapi gugatan praperadilan tersebut.

Lembaga antirasuah itu percaya diri karena sudah memiliki kecukupan alat bukti untuk menjerat Gazalba sebagai tersangka. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul MA Belum Nonaktifkan Hakim Agung Gazalba Saleh Tersangka KPK.

Baca juga: Tim SAR Temukan Serpihan dan Tas Ransel Diduga Milik Kru Helikopter Polri di Perairan Belitung Timur

Baca juga: Terdampak Tol Semarang-Demak, Warga Pulosari Minta Ganjar Bantu Solusi Ganti Rugi yang Belum Dibayar

Baca juga: Buruan Beli! PT KAI Siapkan Kereta Api Tambahan untuk Libur Nataru, Ada Kereta Tujuan Purwokerto

Baca juga: BREAKING NEWS: UMP 2023 Jawa Tengah Rp1.958.169,69, Naik 8,01 Persen

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved