Berita Banyumas

Warga Banyumas Diamankan di Terminal Purwokerto. Saat Digeledah, Tas Berisi Puluhan Strip Obat Keras

Satres Narkoba Polresta Banyumas mengamankan AS (26), warga Kelurahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Sabtu (26/11/2022).

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
ISTIMEWA/Polresta Banyumas
Penyidik Satres Narkoba Polresta Banyumas mengamankan dan memeriksa AS (26), warga Kelurahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, di mapolresta setempat, Sabtu (26/11/2022). AS diamankan bersama barang bukti obat keras yang diduga akan diedarkan tanpa resep dokter. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Satres Narkoba Polresta Banyumas mengamankan AS (26), warga Kelurahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Sabtu (26/11/2022).

AS diduga menjual obat-obatan keras tanpa resep dokter.

"Kami melakukan penangkapan terhadap AS di Terminal Bus Purwokerto, tepatnya di pangkalan bus mikro."

"Pelaku kami tangkap seusai perjalanan dari Bandung ke Purwokerto," ujar Kasat Narkoba Polresta Banyumas AKP Guntar Arif Setiyoko, Minggu (27/11/2022).

Baca juga: Warga Rempoah Banyumas Edarkan Obat Psikotropika Tanpa Resep, Simpan Ribuan Butir di Kardus HP

Baca juga: Menyusuri Jejak Sejarah Sekolah di Banyumas ala BHHC, Kunjungi SMAN 5 hingga Kompleks HCS Bruderan

Saat menggeledah tas yang dibawa AS, petugas mendapati barang bukti berupa 22 strip obat kemasan warna silver bertuliskan Riklona 2 Clonazepam tablet salut selaput 2 mg.

Kemudian, 12 lembar obat kemasan warna biru bertuliskan Merlopam 2 Lorazepam tablet 2 mg, 6 lembar obat kemasan warna biru bertuliskan Atarax 1 Alprazoam Tablet 1 mg.

Ada pula 4 lembar obat kemasan warna silver bertuliskan Alprazolam tablet 1 mg, 4 strip obat kemasan warna silver bertuliskan Atarax 0,5 Alprazolam Tablet 0,5 mg, 12 lembar fotokopi KTP, 6 lembar resep, satu buah HP, dan ATM BCA atas nama pelaku.

Baca juga: Waspada! Hujan Deras Disertai Angin Diperkirakan Terjadi di Banyumas dan Purbalingga, Jumat-Sabtu

Baca juga: Di Sela Muktamar di Banyumas, Al Irsyad Al Islamiyyah Kirim Relawan Bantu Korban Gempa Cianjur

Saat diinterogasi awal, AS mengaku, obat-obatan tersebut serupa dengan obat yang disita polisi dari tangan EG (pengedar lain obat keras yang lebih dulu ditangkap) karena keduanya melakukan transaksi jual beli obat keras.

"Kasus ini merupakan pengembangan dari kasus psikotropika dengan EG yang sebelumnya telah kami amankan," ungkap Guntar.

Dengan ditemukanya barang bukti tersebut, AS kemudian dibawa ke Mapolresta Banyumas untuk penyidikan lebih lanjut.

Guntar mengatakan, AS yang telah ditetapkan sebagai tersangka akan dijerat menggunakan Pasal Pasal 60 ayat (4) Jo Pasal 62 Undang-Undang RI No 05 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 juta. (*)

Baca juga: Klinik Fertilitas Hadir di Cilacap, Bantu Orangtua Dapat Momongan. Lebih Murah dari Bayi Tabung!

Baca juga: Jokowi Singgung Pemimpin Berambut Putih, Gubernur Ganjar Justru Unggah Foto Berambut Hitam

Baca juga: Wagub Taj Yasin Dorong JSIT Jadi Penggerak Kemajuan Pendidikan demi Indonesia Emas 2045

Baca juga: Bantu Adik Kelas, Alumni 85 FEB Unsoed Purwokerto Beri Beasiswa untuk 5 Mahasiswa dan Laptop

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved