Berita Purbalingga
Punya 35 Kades Perempuan, Bupati Purbalingga Berharap Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak Bertambah
Pemerintah Kabupaten Purbalingga akan membentuk Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA).
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Pemerintah Kabupaten Purbalingga akan membentuk Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA).
Pembentukan DRPPA ini merupakan tindak lanjut setelah Purbalingga ditunjuk Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) sebagai pilot project kabupaten ramah perempuan dan anak, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri P3A No 70 Tahun 2021.
Hal tersebut disampaikan Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi saat acara Sosialisasi Pengembangan DRPPA di Pendopo Dipokusumo, Kamis (20/10/2022).
Baca juga: Lima Pemuda asal Banjarnegara Dikukut Polisi saat Bersiap Balap Liar di Kedungjati Purbalingga
Baca juga: Mulai 1 November, 306 Pedagang Kembali Tempati Purbalingga Food Center
Tiwi, sapaanya, berharap, seluruh elemen, mulai dari pemkab hingga pemerintah desa berkolaborasi menjalankan amanah tersebut.
"DRPPA adalah desa yang mana melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan pembangunan infrastrukturnya, juga harus ramah anak," katanya, dikutip dari rilis yang diterima, Jumat (21/10/2022).
Saat ini, ada dua desa percontohan DRPPA yang telah diluncurkan pada 18 Maret 2022 lalu, yakni Desa Pandansari, Kecamatan Kejobong, dan Sempor Lor, Kecamatan Kaligondang.
Tiwi berharap, ada lagi desa yang bakal mengikuti jejak kedua desa tersebut.
Apalagi, kata Tiwi, di Purbalingga, ada 35 kepala desa (Kades) perempuan yang diharapkan dapat mulai melaksanakan program DRPPA ini.
Baca juga: Main Judi Remi, Empat Warga Banyumas dan Purbalingga Diringkus Polisi di Kembaran
Baca juga: Gelar Razia Miras, Satpol PP Purbalingga Temukan Rumah Sewa Diduga untuk Kegiatan Prostitusi
Tiwi sendiri merupakan perempuan pertama yang dilantik sebagai bupati Purbalingga.
Setelah pelantikannya, Kabupaten Purbalingga mendapat penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak dan Parahita Eka Praya dari Kementrian P3A pada 2021.
Ia berharap, bisa mempertahankan penghargaan tersebut lewat program DRPPA.
"Saya ikut titip, ini untuk disukseskan. Mudah-mudahan, ikhtiar kita bisa membawa kemajuan untuk desa dan Kabupaten Purbalingga," pesanya. (*)
Baca juga: Warga Kalisegoro Kota Semarang Resah, Kebun dan Permukiman Disambangi Gerombolan Monyet Ekor Panjang
Baca juga: Obat Sirop Jadi Primadona Ibu-ibu, Ini Saran IAI Cilacap Usai Kemenkes Larang Sementara Digunakan
Baca juga: IAI Banyumas: Jangan Diskriminasi! Obat Sirop Juga Ada di Toko Obat dan Minimarket, Tak Hanya Apotek
Baca juga: Golkar Kudus Targetkan 9 Kursi di Legislatif pada Pemilu 2024
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/bupati-purbalingga-dyah-hayuning-pratiwi-dalam-sosialisasi-pengembangan-drppa.jpg)