Kasus Ginjal Akut Misterius
Kata Guru Besar Farmasi UGM soal Imbauan Tak Gunakan Sirop Penurun Panas Anak yang Picu Ginjal Akut
Baru-baru ini muncul edaran dan imbauan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk tidak menggunakan dahulu sirop parasetamol/drop untuk anak-anak
Penulis: amanda rizqyana | Editor: mamdukh adi priyanto
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Baru-baru ini muncul edaran dan imbauan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk tidak menggunakan dahulu sirop parasetamol/drop untuk anak-anak.
Hal ini berkaitan dengan peningkatan kasus gagal ginjal akut baru-baru ini yang sampai mencapai 180-an orang di seluruh Indonesia.
Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof Dr Zullies Ikawati Apt menuturkan, imbauan ini bisa dipahami lantaran untuk kehati-hatian, sambil menunggu hasil investigasi pihak-pihak yang berwenang mengenai keterkaitan kejadian gagal ginjal akut dengan penggunaan sirop parasetamol.
Prof Zullies pun memberikan sejumlah catatan terkait imbauan larangan penggunaan sirop parasetamol untuk anak-anak.
Baca juga: RSUP Dr. Kariadi Semarang Ditunjuk sebagai RS Rujukan Penanganan Gangguan Ginjal Akut
Menurutnya, parasetamol sebagai obat demam dan nyeri masih aman jika digunakan sesuai dosis dan indikasi.
Namun untuk saat ini, jika benar-benar diperlukan, disarankan tidak dalam bentuk sirop atau drop.
"Bisa digunakan dalam bentuk puyer maupun tablet meskipun pahit," katanya.
Kemudian, parasetamol sukar larut dalam air, sehingga dibutuhkan bahan tambahan sebagai pelarut.
Yang sering digunakan adalah propilen glikol atau gliserin.
Propilen glikol maupun gliserin masih dimungkinkan mengandung cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) sampai batas tertentu yang dibolehkan.
Baca juga: Kasus Ginjal Akut Misterius Ditemukan di 20 Provinsi di Indonesia, Mana Saja?
Industri farmasi harus memastikan bahwa bahan bakunya minim atau bebas cemaran sebelum diformulasi.
"EG dan DEG inilah yang diduga biang keroknya yg menyebabkan gagal ginjal akut jika terdapat di atas batas yang dibolehkan," tukasnya.
Selain itu, kata dia, ada perkembangan baru bahwa beberapa produk akhir dari sirop parasetamol diduga terindikasi mengandung EG atau DEG.
Namun hal ini belum tentu berada dalam kadar yang sampai menghasilkan efek toksin terhadap ginjal.
Pengukuran DEG dan EG dalam produk akhir juga tidak mudah karena sudah mengandung berbagai bahan lain, sehingga memerlukan metode analisis yang akurat dan sensitif.
Baca juga: BPOM Larang Obat Batuk Sirup Mengandung DEG dan EG, Diduga Picu Gagal Ginjal Akut