Berita Purbalingga

Cegah Inflasi Gara-gara Cabai, Bupati Purbalingga Bakal Gerakkan Warga Tanam Cengis di Pekarangan

Bupati Purbalingga bakal menggerakkan ibu-ibu PKK menanam cabai di pekarangan rumah untuk mencegah inflasi akibat kenaikan harga cabai.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DESTA LEILA KARTIKA
ILUSTRASI. Pedagang cabai di Pasar Trayeman Slawi, Kabupaten Tegal, menanti penjual, Kamis (2/12/2021). Harga cabai di Purbalingga dikhawatirkan memicu inflasi bulan September 2022. 

Pasalnya, selama ini, data inflasi Purbalingga mengacu pada data Banyumas dan Cilacap.

Baca juga: Menginspirasi! Pemuda asal Mrebet Purbalingga Raih Penghargaan TOYP 2022 atas Gerakan Anak Muda Desa

Baca juga: Pembangunan Kampus II UIN Saizu Purbalingga Dimulai, 5 Gedung Mulai Dibangun di Jalan MT Haryono

Sementara, dalam rapat tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Purbalingga Johan Arifin mengungkap perkembangan harga komoditas pangan di Pasar Segamas, Bobotsari, dan Bukateja, pasca-penyesuaian harga BBM.

"Komoditas yang mengalami kenaikan (harga), tiga pekan terakhir yakni berbagai jenis cabai, kacang tanah, dan kacang hijau."

"Harga beras relatif stabil, harga minyak curah ada kenaikan, dari Rp11.700 sekarang Rp12.150," katanya.

Johan mengatakan, mengacu angka inflasi Banyumas, data inflasi Purbalingga bulan September 2022, mencapai 7,20 persen year on year (yoy).

Angka ini lebih tinggi dari inflasi nasional (5,95 persen) dan Jawa Tengah (6,40 persen).

Kepala Perwakilan BI Purwokerto Rony Hartawan menyebutkan, secara historis 2020-2021, ada beberapa komoditas sering jadi penyumbang inflasi pada bulan Oktober-Desember yang harus diwaspadai di tahun 2022 ini.

Di antaranya, harga cabai, bawang, telur, daging ayam ras, bensin, tarif angkutan, dan beras.

"(Harga) cabai dan bawang diperkirakan meningkat karena curah hujan tinggi dan musim panen berakhir."

"(Harga) telur dan daging ayam ras bisa meningkat karena jelang momen Natal dan Tahun Baru."

"(Harga) beras bisa (naik) karena musim tanam gadu, kenaikan pupuk, BBM, dan HPP gabah," katanya. (*)

Baca juga: 91 Rumah di Gumelar Banyumas Rusak Diterjang Longsor, Berikut Data Sebaran Lokasi

Baca juga: Modus Irjen Teddy Minahasa dalam Kasus Narkoba: Menukar 5 kg Barbuk Narkoba dengan Tawas

Baca juga: FAKTA Tragedi Kanjuruhan Jauh Lebih Mengerikan Dari yang Beredar di TV dan Media Sosial

Baca juga: TGIPF Tragedi Kanjuruhan Sarankan Iwan Bule Mundur: Bentuk Pertanggungjawaban!

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved