Berita Purbalingga

Cegah Inflasi Gara-gara Cabai, Bupati Purbalingga Bakal Gerakkan Warga Tanam Cengis di Pekarangan

Bupati Purbalingga bakal menggerakkan ibu-ibu PKK menanam cabai di pekarangan rumah untuk mencegah inflasi akibat kenaikan harga cabai.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DESTA LEILA KARTIKA
ILUSTRASI. Pedagang cabai di Pasar Trayeman Slawi, Kabupaten Tegal, menanti penjual, Kamis (2/12/2021). Harga cabai di Purbalingga dikhawatirkan memicu inflasi bulan September 2022. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi bakal meminta Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Purbalingga menggerakkan ibu-ibu rumah tangga menanam cabai di pekarangan rumah.

Gerakan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan cabai yang akhir-akhir ini memicu inflasi Purbalingga.

Rencana ini disampaikan Tiwi, sapaan bupati, dalam rapat high level meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, kepala OPD terkait dan stakeholder, di Gedung OR Graha Adiguna, Kamis (13/10/2022).

Dalam rapat tersebut terungkap, pasca-kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, terjadi kenaikan harga pada tiga komoditas pangan, yakni berbagai jenis cabai, kacang tanah, dan kacang hijau.

Kenaikan harga tiga komoditas ini dapat memicu inflasi.

Baca juga: Asyik Judi Dadu di Dekat Kandang Kambing, Lima Warga Pandansari Purbalingga Diamankan Polisi

Baca juga: Pohon Albasia di Karangreja Purbalingga Ambruk Timpa Rumah Warga, Terjadi saat Hujan Deras

Tiwi mengatakan, sebenarnya, gerakan menanam cabai untuk membantu mengintervensi harga, sudah dilakukan.

Satu di antaranya, memberi bantuan bibit cabai lewat Dinas Pertanian (Dinpertan).

"Oleh karenanya, ini harus disengkuyung temen-temen yang ada di desa."

"Kebetulan, penggunaan Dana Desa (DD) sudah jelas 20 persen untuk ketahanan pangan."

"Dana Desa pun bisa digunakan untuk pengendalian inflasi, jangan sampai penggunaannya tidak jelas," kata Tiwi lewat rilis, Jumat (14/10/2022).

Dana ketahanan pangan ini juga bisa disinergikan dengan program kabupaten Macan Manis (Mama Cantik Menanam Cengis/cabai rawit).

Yaitu, memberdayakan masyarakat menanam cabai di pekarangan rumah.

"Nanti, ibu ketua TP PKK bisa menginstruksikan dari PKK kabupaten, kecamatan, hingga desa, menjadi suatu gerakan menanam cabai di pekarangan dengan dukungan anggaran DD. Nah, ini bisa jadi suatu intervensi," katanya.

Dalam kesempatan itu, Tiwi juga meminta Badan Pusat Statistik (BPS) Purbalingga menghitung secara mandiri inflasi di Purbalingga.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved