Berita Banyumas

21 Warga Kasegeran Banyumas Mengungsi setelah Longsor Melanda Tebing Sungai Ente Akibat Hujan Deras

Sebanyak 21 jiwa yang menghuni delapan rumah di Desa Kasegeran, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terpaksa mengungsi.

Editor: rika irawati
ISTIMEWA/Tagana Banyumas
ILUSTRASI. Tim gabungan dan warga membersihkan material longsor yang menutup jalan di Dusun Glempang, Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kamis (14/7/2022) pagi. Longsor tebing melanda kawasan Desa Kasegeran, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Sabtu (24/9/2022) dini hari. Kejadian ini mengakibatkan delapan rumah terancam dan 21 jiwa harus mengungsi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Sebanyak 21 jiwa yang menghuni delapan rumah di Desa Kasegeran, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terpaksa mengungsi.

Keselamatan mereka terancam setelah tebing di dekat rumah mereka longsor, Sabtu Sabtu (24/9/2022) dini hari.

Material longsoran tersebut juga masuk ke Sungai Ente hingga mengganggu aliran sungai.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas Budi Nugroho mengatakan, longsor disebabkan intensitas hujan yang tinggi pada Jumat (23/9/2022) sore.

"Kejadian tersebut mengakibatkan aliran Sungai Ente terbendung dan delapan rumah terancam. Pemilik rumah yang terancam, sementara mengungsi di aula milik kepala desa," kata Budi kepada wartawan, Selasa (27/9/2022).

Baca juga: 19 Kecamatan di Banyumas Masuk Zona Merah Longsor, BPBD Minta Warga Waspada

Baca juga: Banyumas Bakal Diguyur Hujan Intensitas Sedang-Tinggi, Wabup Sadewo Minta Warga Waspada Longsor

Baca juga: Tips Antisipasi Bencana Tanah Longsor di Saat Curah Hujan Tinggi

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyumas Andi Risdianto mengatakan, hingga Selasa, 21 jiwa yang rumahnya terancam, masih mengungsi.

"Saat ini masih mengungsi, ada yang di rumah saudara, ada juga di lokasi pengungsian yang kami rekomendasikan, yaitu ke di aula milik Pak Kades," ujar Andi.

Sementara itu, material longsor sepanjang 25 meter dan kedalaman 15 meter yang menutup aliran sungai, hingga rencananya disingkirkan mulai hari ini.

"Untuk menyingkirkan material longsoran, kami melihat kondisi. Sementara, akan dilakukan manual karena untuk alat berat, masuknya susah," kata Andi.

Apabila cuaca memungkinkan, pihaknya akan melakukan kerja bakti bersama warga untuk menyingkirkan material longsor, Rabu (28/9/2022). (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Longsor Tutup Aliran Sungai di Banyumas, 8 Rumah Terancam".

Baca juga: Kronologi Bentrokan Suporter PSCS Cilacap dengan Warga di Ajibarang dan Wangon Banyumas

Baca juga: Kabur 7 Tahun, DPO Kejati Maluku Utara Dibekuk di Hotel di Purwokerto saat Bertemu Wanita

Baca juga: Ferdy Sambo Dkk Segera Disidang. Kejagung Nyatakan Berkas Perkara Pembunuhan Brigadir J Lengkap

Baca juga: Hati-hati! Modus Wartawan Gadungan Tribunnews, Ancam Korban Siarkan Video Asusila

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved