Tips Kesehatan
Tips Mengamankan Diri saat Terjadi Hujan Es, Jangan Berada di Luar Rumah
Musim hujan tampaknya sudah kembali datang di sebagian wilayah Jawa Tengah. Bahkan bukan hanya hujan seperti biasa yang turun.
Penulis: Andra Prabasari | Editor: Pujiono JS
TRIBUNBANYUMAS.COM - Musim hujan tampaknya sudah kembali datang di sebagian wilayah Jawa Tengah. Bahkan bukan hanya hujan seperti biasa yang turun. Tribun Banyumas pada Jumat (23/9/2022) mengabarkan bahwa Hujan es mengguyur wilayah Ngaliyan, Kota Semarang sekira pukul 19.30 WIB.
Baca juga: BREAKING NEWS: Hujan Es Melanda Wilayah Ngaliyan Kota Semarang, Warga: Rumah Kayak Dilempari Batu
Baca juga: Hujan Es dan Angin Kencang Melanda Desa Jalatunda Banjarnegara, 25 Rumah Rusak
Baca juga: Hujan Es Guyur Sejumlah Daerah di Jateng pada Senin 21 Februari 2022, Ini Titik-Titiknya
Hujan es seukuran kelereng diiringi pula angin kencang dan petir sehingga membuat warga panik.
Jika dibandingkan dengan fenomena hujan es yang terjadi di wilayah subtropis, sebenarnya hujan es yang terjad di Indonesia masih belum membahayakan karena ukurannya yang masih kecil yaitu diameter es masih pada kisaran 1-2 cm.
Hujan es di Indonesia ini berbeda dengan hujan es yang terjadi di daerah lintang tengah atau lintang tinggi. Di sana diameter butiran es yang jatuh bisa di atas 10 cm, yang berpotensi merusak tanaman dan bangunan.
Pusat Krisis Kesehatan Kementrian Kesehatan menyebutkan bahwa hujan es yang terjadi di Indonesia tidak berbahaya.
Namun yang berbahaya adalah angin kencangnya yang biasa terjadi saat hujan es. Kecepatan es saat turun hujan es, justru sedikit lebih lambat dari kecepatan turunnya air hujan.
Baca juga: Hujan Es Terjadi di Tembalang Semarang, Ini Tanggapan BMKG
Baca juga: Hujan Es Guyur Pekalongan dan Pemalang, Ini Penjelasan BMKG
Baca juga: Hujan Es Guyur Pekalongan, Terjadi Selama 10 Menit
Biasanya daerah yang lebih dekat pantai dan atau gunung akan berpeluang lebih besar terjadi hujan es jika terdapat aktifitas konveksi yang hebat.
Menurut prakirawan cuaca BMKG Juanda, Setiawan, hujan es terjadi saat suhu permukaan bumi yang panas bertemu dengan awan cumulonimbus di langit yang suhunya sangat rendah sehingga membuat suhu konveksi dan terjadilah hujan es.
Hujan yang turun bisa dalam berbagai ukuran disertai dengan angin kencang yang bisa menimbulkan korban jiwa seperti yang pernah terjadi di India pada 1888 ketika hujan es di negeri itu menewaskan sekitar 230 orang dan banyak hewan ternak.
Baca juga: Hujan Es Landa Putatnganten Grobogan, Warga: Atap Rumah seperti Dilempari Kerikil
Baca juga: Berikut Penjelasan BMKG Soal Hujan Es di Beberapa Wilayah Indonesia
Baca juga: Ini Cerita Penyelamatan Tiga Pendaki yang Terjebak Hujan Es di Gunung Slamet
Rekor bongkahan es terbesar yang jatuh ke bumi sebagai hujan es ditemukan di Amerika Serikat pada 23 Juli 2010 bersamaan dengan fenomena tornado. Ukuran es yang jatuh bisa mencapai 18-20 cm.
Tergantung pada ukuran dan jumlahnya, hujan es bisa memberikan dampak buruk pada lahan pertanian. Es yang jatuh bisa merusak daun, ranting atau bunga yang berpeluang menggagalkan panen.
Baca juga: Warga Karangmoncol Purbalingga Dikejutkan Fenomena Hujan Es Sebesar Batu Kerikil, Terjadi Senin Sore
Baca juga: Fenomena Hujan Es di Kota Semarang, Sabtu Sore Selama Lima Menit, Berikut Penjelasan BMKG
Baca juga: Hujan Es Guyur Banjarharjo Brebes, Begini Penjelasan BMKG: Berpotensi Terjadi di Tegal Juga
Meskipun hujan es di wilayah Indonesia biasanya berukuran kecil, sebaiknya tetap waspada dan berlindung di tempat yang aman.
Berikut ini beberapa tips agar Anda tetap aman saat terjadi hujan es:
- Saat terjadi hujan es, sebaiknya warga berlindung di rumah atau bangunan yang kokoh sehingga tidak terkena es yang jatuh dari langit.
- Jika hujan terjadi saat Anda sedang berkendara, segera menepi dan jangan melanjutkan perjalanan. Ini berlaku bagi pengendara roda dua maupun roda empat. Es yang jatuh bisa memecahkan kaca mobil.
- Hentikan semua aktivitas di luar ruangan saat hujan es terjadi.
- Jangan mengkonsumsi es yang jatuh dari langit. Butiran es itu bisa mengandung polutan yang ikut mengkristal di dalam bongkahan es.
- Tetap berlindung di bangunan yang kokoh sampai hujan es berhenti dan angin yang menyertainya tidak kencang lagi.