Kamis, 16 April 2026

Berita Banyumas

Baznas Banyumas Targetkan Pengumpulan Zakat Rp15 Miliar, Terbanyak dari ASN

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menargetkan pengumpulan zakat Rp15 miliar pada 2022.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
ISTIMEWA/Baznas Banyumas
Suasana di depan kantor Baznas Banyumas di Jalan Masjid Purwokerto, Kamis (22/9/2022). Tahun ini, Baznas Banyumas menargetkan bisa mengumpulkan zakat Rp15 miliar. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Banyumas menargetkan pengumpulan zakat tahun ini mencapai Rp15 miliar.

Saat ini, zakat yang dikumpulkan, mayoritas merupakan zakat ASN di Kabupaten Banyumas.

"Saat ini, pengumpulan zakat sudah mencapai Rp11,1 miliar dari target Rp15 miliar."

"Sampai Agustus 2022, sudah terkumpul Rp 11,1 miliar, dan kurang lebih, sebanyak Rp10,3 miliar, berasal dari zakat ASN," ujar Ketua Baznas Banyumas, H Umar AR, Kamis (22/9/2022).

Baca juga: TOP! Baznas Jateng Anggarkan Khusus Kebencanaan 15 Persen, Ganjar: Terimakasih!

Baca juga: 19 Kecamatan di Banyumas Masuk Zona Merah Longsor, BPBD Minta Warga Waspada

Meskipun penyaluran zakat dari berbagai pihak dilakukan secara menyeluruh namun sekitar 90 persen zakat berasal dari ASN.

Catatan Baznas Banyumas, zakat tersebut berasal dari 8.400 muzakki, 732 di antaranya merupakan muzakki perorangan di luar ASN.

Umar mengatakan, potensi zakat dari 13.100 ASN di Kabupaten Banyumas bisa mencapai Rp22 miliar.

Akan tetapi, target ditetapkan secara realistis, berdasarkan pencapaian tahun lalu, sebesar Rp12,6 miliar.

Menurut Umar, pengumpulan zakat dilakukan Baznas lewat kelembagaan, yaitu Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang berada di berbagai lokasi sesuai potensi muzakki.

UPZ ini ditempatkan di setiap Unit Perangkat Daerah (UPD) yang nantinya akan menyetorkan ke Baznas.

Adapun pentasyarufannya, telah disalurkan sebanyak Rp6,27 miliar ke lima program kegiatan, yaitu Banyumas Sejahtera, Banyumas Cerdas, Banyumas Sehat, Banyumas Takwa, dan Banyumas Peduli.

Banyumas Sejahtera untuk pemberian modal kerja sehingga digolongkan ke zakat produktif.

"Akan tetapi, Banyumas Cerdas dan Takwa, juga kami golongkan ke zakat produktif karena memberikan bantuan pada SDM semisal siswa-siswa (Banyumas Cerdas) dan guru ngaji (Banyumas Takwa)," ungkapnya.

Baca juga: Mengenal Dusun Plandi Banyumas: Berjuluk Dusun Buddha, Banyak Warganya Lulusan S2 dan S3

Baca juga: 169 Warga Sumpiuh Banyumas Ketiban Berkah, Terima BLT BBM Susulan dari Kemensos

Wakil Ketua I Baznas H Abdul Munir menambahkan, selain pengumpulan secara langsung, ada juga pengumpulan zakat secara tidak langsung, lewat masjid ataupun lembaga amal lain di luar Baznas.

Data-data tersebut tercatat melalui Simba atau Sistem Informasi Manajemen Baznas yang baru dimulai tahun ini.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved