Berita Cilacap
Sempat Tertutup Longsor, Jalan Penghubung Majingklak-Palugon Cilacap Kini Bisa Dilalui Kendaraan
Jalan penghubung Desa Majingklak-Palugon di Desa Tambaksari, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, mulai bisa dilewati kendaraan.
Penulis: Pingky Setiyo Anggraeni | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Jalan penghubung Desa Majingklak-Palugon di Desa Tambaksari, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, kini bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat lagi.
Akses jalan tersebut sempat terputus akibat longsor yang terjadi, Sabtu (10/9/2022).
Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap Widjonardi mengatakan, ruas jalan kabupaten tersebut sudah dapat dilalui kendaraan sejak Senin (12/9/2022) dini hari.
Evakuasi material longsor sempat terganggu akibat hujan deras yang kembali mengguyur wilayah tersebut pada Minggu (11/9/2022) sore.
"Setelah longsor menutup jalan pada Sabtu sore, hari Minggu, kami langsung turun membersihkan material longsor. Awalnya, kami membersihkan material secara manual lewawt kerja bakti bersama warga sekitar. Kemudian, sore hari, datang alat berat," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (13/9/2022).
Baca juga: Jalan Penghubung Majingklak-Palugon Cilacap Putus Tertutup Longsor, Evakuasi Terganggu Hujan
Baca juga: Diguyur Hujan Deras 6 Jam, Tebing di Sumpinghayu dan Wanareja Cilacap Longsor. 2 Rumah Rusak
Namun, ketika alat berat sudah didatangkan, tiba-tiba, hujan deras kembali mengguyur wilayah itu.
Beruntung, tidak terjadi longsor susulan sehingga evakuasi material longsor bisa dilanjutkan saat hujan reda.
Akibat dari bencana longsor tersebut, mobilitas warga di tiga desa di Kecamatan Wanareja, yakni Desa Palugon, Jambu, dan Cigintung, sempat terganggu.
Warga yang hendak menuju Wanareja, harus memutar menggunakan jalur alternatif melalui wilayah Kecamatan Dayeuhluhur, dengan tambahan jarak tempuh sejauh 20 kilometer.
Menurut Widjonardi, selain di jalan penghubung Majingklak-Palugon, petugas juga sudah membersihkan material longsor yang menimpa rumah warga.
"Rumah warga yang tertimpa longsor di Palugon juga sudah di perbaiki. Pemilik rumah sudah kembali ke rumahnya lagi, sudah tidak mengungsi," katanya.
Baca juga: Jeritan Hati Sopir Angkot Cilacap: Harga BBM Naik, Masih Pakai Tarif Lama, Belum Ada Bantuan Sosial
Baca juga: Truk Pupuk Tertabrak KA Kahuripan di Perlintasan Kawunganten Cilacap, Sempat Terseret 20 Meter
Longsor di wilayah Palugon ini menarik perhatian Bupati Cilacap Tatto S Pamuji.
Tatto datang ke lokasi untuk mengecek dan meminta proses evakuasi material longsor segera dilakukan agar roda perekonomian masyarakat di Palujantung (Desa Palugon, Jambu, dan Cigintung) tidak terganggu.
Sementara itu, Widjonardi mengimbau masyarakat di wilayah tersebut terus waspada terhadap segala ancaman bencana.
Terlebih, bagi masyarakat di daerah pegunungan yang rawan terjadi bencana tanah longsor.
"Saya mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, untuk mengenali potensi ancaman yang bisa merugikan dan mengancam keselamatan diri dan keluarga."
"Karena, di bulan September ini, wilayah Cilacap sudah memasuki kemarau basah. Kita juga sudah diperingatkan oleh BMKG terkait potensi hujan, jadi harus lebih waspada," imbuhnya. (*)
Baca juga: Harga Cabai dan Bawang di Pasar Tambak Banyumas Masih Stabil, Belum Terdampak Kenaikan Harga BBM
Baca juga: Tak Terpengaruh Kisruh di DPP, DPC PPP Purbalingga Pilih Silaturahim ke Kiai Jelang Pemilu 2024
Baca juga: Jangan Bingung! Jalan Gatot Subroto Purwokerto Ruas Neutron-Simpang OJK Kini Berlaku Satu Arah
Baca juga: Longsor dan Angin Kencang Landa 9 Wilayah di Banyumas, 4 Rumah Warga Rusak