Pemberhentian Ketum PPP Suharso Monoarfa

Tak Terpengaruh Kisruh di DPP, DPC PPP Purbalingga Pilih Silaturahim ke Kiai Jelang Pemilu 2024

Kisruh di pucuk pimpinan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tak membuat semangat DPC PPP Purbalingga kendur. Mereka fokus menghadapi Pemilu 2024.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
Twitter @DPP_PPP
Logo PPP. DPC PPP Purbalingga tak terganggu kisruh di pucuk pimpinan DPP. Mereka fokus menghadapi Pemilu 2024, di antaranya mulai safari silaturahim dengan kiai dan ulama. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Kisruh di pucuk pimpinan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tak membuat semangat DPC PPP Purbalingga kendur.

Bahkan, mereka mulai menyiapkan diri untuk memanasi mesin partai guna menghadapii Pemilu 2024.

Satu di antaranya, membentuk lembaga pemenangan dan melakukan safari memperkuat silaturahim dengan para kiai.

Ketua DPC PPP Kabupaten Purbalingga Mohamad Safii Abror mengatakan, pihaknya mulai berkonsentrasi menghadapi Pemilu 2024.

"Saat ini, membentuk lembaga pemenangan partai. Selain itu, juga sudah mulai silaturahim dengan tokoh kiai dan ulama di Purbalingga," ungkapnya, Selasa (13/9/2022).

Baca juga: Pilih Fokus Hadapi Pemilu 2024, DPC PPP Purbalingga Serahkan Pencopotan Suharso Monoarfa ke DPP

Baca juga: Menkumham Akui Kepemimpinan Mardiono di PPP, Begini Respon Suharso Monoarfa

Baca juga: Mardiono Angkat Suara Soal Penunjukkannya sebagai Plt Ketum PPP: Saya Tidak Pernah Punya Niat

Safii mengatakan, kisruh di DPP tak boleh menular ke daerah.

Itu sebabnya, dia berjuang menjaga kondusifitas internal dan simpatisan partai.

"Kami menjaga agar tetap kondusif dan tenang supaya setiap menjelang pemilu tidak ada gonjang-ganjing," ujarnya.

Ia mengakui, pernyataan Suharso Monoarfa soal amplop kiai membuat situasi politik di PPP kurang kondusif.

Diberitakan sebelumnya, Suharso Monoarfa dicopot dari jabatan sebagai Ketua Umum PPP lewat Mukernas di Banten, dua pekan lalu.

Suharso Monoarfa dinilai membuat gaduh, di antaranya setelah mengeluarkan pernyataan soal amplop berisi uang untuk para kiai. (*)

Baca juga: Jeritan Hati Sopir Angkot Cilacap: Harga BBM Naik, Masih Pakai Tarif Lama, Belum Ada Bantuan Sosial

Baca juga: Jangan Bingung! Jalan Gatot Subroto Purwokerto Ruas Neutron-Simpang OJK Kini Berlaku Satu Arah

Baca juga: Longsor dan Angin Kencang Landa 9 Wilayah di Banyumas, 4 Rumah Warga Rusak

Baca juga: 4 Koruptor di Jateng Dapat Bebas Bersyarat, Ada Mantan Bupati Purbalingga hingga Eks Wakil Ketua DPR

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved