Pemberhentian Ketum PPP Suharso Monoarfa

Soal Kisruh Pemecatan Suharso Monoarfa sebagai Ketua Umum, DPC PPP Banyumas Memilih Bungkam

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Banyumas enggan menanggapi pencopotan Suharso Monoarfa sebagai ketua umum PPP.

Penulis: Imah Masitoh | Editor: rika irawati
Tribunnews/JEPRIMA
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Manoarfa memberikan kata sambutan di sela-sela penyerahan berkas pendaftaran partai politik calon peserta Pemilu 2024 di gedung KPU, Jakarta Pusat, Rabu (10/8/2022). Suharso Monoarfa dilengserkan dari jabatannya sebagai ketua umum setelah membuat gaduh. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Banyumas enggan menanggapi pencopotan Suharso Monoarfa sebagai ketua umum PPP.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Banyumas Balqis Fadillah mengatakan, pihaknya tidak memiliki wewenang menanggapi kisruh di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) itu.

"Saya nggak punya kewenangan menjelaskan ke pers," katanya melalui pesan WhatsaApp, saat di konfirmasi, Rabu (7/9/2022).

Balqis menyarankan Tribunbanyumas.com menghubungi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Tengah.

"Hubungi DPW saja nggih, Mbak," katanya singkat.

Baca juga: Suharso Monoarfa Melawan! Datangi Workshop Partai meski Ditolak, Tegaskan Masih Ketua Umum PPP

Baca juga: Bikin Gaduh, Suharso Monoarfa Dilengserkan dari Jabatannya sebagai Ketua Umum PPP

Diberitakan sebelumnya, Suharso Monoarfa diberhentikan sebagai ketua umum PPP dalam rapat Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) 2-3 September.

Suharso Monoarfa diberhentikan atas usulan dari tiga majelis PPP, yakni Majelis Syariah, Majelis Kehormatan, dan Majelis Pertimbangan.

Mukernas juga memutuskan Muhammad Mardiono, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), sebagai pelaksana tugas (Plt) ketua umum PPP, menggantikan sementara Suharso Monoarfa.

Suharso Monoarfa didepak dari pucuk pimpinan setelah membuat gaduh lewat pernyataannya soal 'amplop kiai'.

Pernyataan itu disampaikan Suharso Monoarfa dalam acara Pembekalan Antikorupsi Politik Cerdas Berintegritas yang diselenggarakan KPK pada 15 Agustus 2022.

Suharso Monoarfa mengatakan, amplop untuk para kiai merupakan benih dari tindak korupsi.

Pernyataan ini menyinggung dan memicu emosi sebagain kader, santri, dan ulama PPP. (*)

Baca juga: Modus Baru. Pengedar Narkoba di Pati Masukkan Sabu ke Makanan di Angkringan saat Ada Pemesan

Baca juga: Pesawat Latih Bonanza yang Jatuh di Selat Madura Dipastikan Layak Terbang, Gabung di TNI AL 2013

Baca juga: Hilang Kontak, Pesawat Latih TNI AL Bonanza G-36 Diduga Jatuh di Perairan Selat Madura

Baca juga: Resmi Naik! Kemenhub Umumkan Tarif Baru Ojol dan AKAP Kelas Ekonomi

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved