Pesawat Latih TNI AL Jatuh

Pesawat Latih Bonanza yang Jatuh di Selat Madura Dipastikan Layak Terbang, Gabung di TNI AL 2013

Komandan Puspenerbal Laksda Dwika Tjahja Setiawan memastikan, pesawat latih Bonanza G-36 yang jatuh di Selat Madura, Rabu, layak terbang.

Penulis: rika irawati | Editor: rika irawati
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
ILUSTRASI. Pilot Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) berada di depan pesawat latih dasar Bonanza G-36 dalam serah terima di Base Ops TNI Lanudal Juanda, Sidoarjo, 20 April 2015. Pesawat latih Bonanza G-36 nomor registrasi T-2503 milik TNI AL jatuh di Selat Madura, tepatnya di timur Gresik, Jawa Timur, Rabu (7/9/2022). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komandan Puspenerbal Laksda Dwika Tjahja Setiawan memastikan, pesawat latih Bonanza G-36 nomor registrasi T-2503 yang jatuh di Selat Madura, Rabu (7/9/2022), layak terbang.

Pesawat latih buatan Amerika itu tak hanya digunakan sebagai pesawat latih tetapi juga untuk operasional.

"Pesawat masuk TNI AL (pada) 2013. Pesawat masih sangat layak terbang karena (juga) baru dilakukan pemeliharaan, 22 Agustus (2022)," ungkap Dwika dalam konferensi pers, dikutip dari Breaking News Kompas TV, Rabu sore.

Dwika mengatakan, saat kejadian, pesawat diduga mengalami gangguan hingga jatuh ke laut dan tenggelam.

Baca juga: Titik Jatuh Pesawat TNI AL Bonanza G-36 di Selat Madura Diketahui, Pilot dan Co-pilot Masih Dicari

Baca juga: Hilang Kontak, Pesawat Latih TNI AL Bonanza G-36 Diduga Jatuh di Perairan Selat Madura

Pesawat tersebut terdeteksi jatuh di Selat Madura, di sebelah Timur Gresik, Jawa Timur.

"Saat ini, tim masih mencari di lokasi tepat jatuhnya pesawat latih kami."

"(Tim) telah menemukan (lokasi) pesawat jatuh, diduga rangka pesawat, saat ini masih proses untuk penyelaman," ungkap Dwika.

Menurut Dwika, pesawat tersebut sedang mengikuti latihan dalam rangka mendukung latihan kesiapsiagaan armada operasi laut.

Pihaknya belum mengetahui penyebab kecelakaan.

"Kemungkinan penyebab kecelakaan masih didalami karena kami menurunkan tim investigasi setelah (pesawat) sudah ditemukan dan diangkat. Baru diketahui penyebabnya," imbuh Dwika.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved