Berita Semarang

1000 Hektare Lahan Terdampak Aturan Sempadan, Petani Rawa Pening Kabupaten Semarang Gelar Demo

Ratusan petani dan warga Tuntang, Kabupaten Semarang, menggelar demo menolak penerapan aturan baru tentang sempadan di Rawa Pening.

Penulis: Hanes Walda Mufti U | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/HANES WALDA
Warga dan petani Rawa Pening menggelar aksi demonstrasi menentang penerapan sempadan rawa yang dinilai merugikan petani, Minggu (4/9/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA – Ratusan warga Tuntang, Kabupaten Semarang, bersama petani yang tergabung dalam Forum Petani Rawa Pening Bersatu (FPRPB) menggelar demonstrasi menentang penerapan sempadan rawa.

Menurut mereka, batas yang ditetapkan pemerintah saat ini menggerus lahan pertanian warga di Rawa Pening.

Perhitungan mereka, ada sekitar 1000 hektare lahan milik petani yang terdampak dan tak bisa lagi produktif.

Dalam aksi, mereka membawa sejumlah poster bertuliskan keresahan terkait batas tersebut.

Mereka juga menggelar orasi dan doa bersama.

Warga menuntut agar mencabut Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kepmen PUPR) NO: 365/KPTS/M/2020 terkait Batas Sempadan Kawasan Rawa Pening dalam Penanganan Sedimentasi di Danau Rawa Pening dan rencana revitalisasi Rawa Pening sebagai upaya penanganan danau kritis.

"Kami lakukan doa bersama, dimana doa bersama itu memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar Kepmen berkaitan dengan Rawa Pening ini dicabut. Kepmen itu sangat mengganggu kami selaku petani maupun masyarakat pesisir Rawa Pening," kata Bendahara FPRPB Ismail Saleh di sela aksi, Minggu (4/9/2022).

Baca juga: Menikmati Rawa Pening Bisa di Bukit Cinta Banyubiru Kabupaten Semarang, Tersedia Fasilitas Gazebo

Baca juga: Tak Lagi Jadi Gulma, Sedimen Enceng Gondok Rawa Pening Ambarawa Ternyata Bermanfaat Jadi Media Tanam

Lahan milik warga pesisir Rawa Pening sebagian besar terdampak akibat pergeseran batas sempadan.

"Kurang lebihnya, dari patok asli, gesernya sekitar satu kilometer dan ini semua yang terdampak yakni lahan milik masyarakat. Pada aturan lama, antara batas tanah rakyat dengan tanah negara itu sudah jelas," paparnya.

"Itu aturan dulu tapi setelah ada aturan baru, akhirnya batas tersebut sampai ke tanah masyarakat," imbuhnya.

Saat ini, ada dua batas atau patok, yakni patok berwarna kuning yang merupakan patok sempadan Rawa Pening, dan patok biru adalah batas air yang naik dari Rawa Pening.

"Beberapa desa pesisir Rawa Pening terdampak, misalnya Desa Lopait, Tuntang, Asinan, Bejalen, itu berkaitan dengan permukiman," jelasnya.

"Dan, yang berkaitan dengan sawah, yakni semua desa pesisir Rawa Pening terdampak," tambahnya.

Menurutnya, protes ini sudah dilakukan sejak dulu, bahkan telah disampaikan ke presiden. Namun, hingga kini, belum ada respon.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved