Berita Banjarnegara

Guru Ngaji Cabul Banjarnegara Bekerja di Ponpes, Nafsu Lihat Remaja Ganteng Berkulit Putih

Guru ngaji yang mencabuli tujuh remaja laki-laki di Banjarnegara, hanya mencari korban berkulit putih bersih dan berparas ganteng.

Editor: rika irawati
KOMPAS.com/Shutterstock
Ilustrasi kejahatan seksual terhadap anak. Tujuh santri laki-laki di sebuah pondok pesantren di Banjarnegara jadi korban percabulan guru ngaji mereka. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Guru ngaji yang mencabuli tujuh remaja laki-laki di Banjarnegara, hanya mencari korban berkulit putih bersih dan berparas ganteng.

Sehari-hari, guru ngaji berinisial SAW alias JS (32) itu bekerja di sebuah pondok pesantren.

Kelainan seksual SAW ini disampaikan kepada penyidik dalam pemeriksaan.

"Tersangka mempunyai kelainan seksual, di mana nafsu melihat anak yang kulitnya putih, bersih, dan ganteng," ungkap Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto melalui keterangan tertulis, Rabu (31/8/2022).

Baca juga: 7 Remaja Laki-laki Jadi Korban Cabul Guru Ngaji di Banjarnegara, Perbuatan Dilakukan di Rumah Pelaku

Baca juga: Korban Guru Agama Cabul di SMP Gringsing Batang Bertambah, Ada 13 Anak yang Sudah Melapor ke Polisi

Hendri menjelaskan, modus tersangka yaitu memanggil korban datang ke rumah tersangka.

Di rumah tersebut, tersangka mencabuli korban.

Hendri mengatakan, dari tujuh santri yang menjadi korban pencabulan, baru enam orang yang telah dimintai keterangan.

"Namun, yang dilakukan interogasi baru enam anak. Ini bisa dikembangkan lagi nantinya pada saat pemeriksaan lanjutan," ujar Hendri.

Lebih lanjut, Hendri mengatakan, pondok pesantren (ponpes) tempat tersangka mengajar baru berdiri tahun 2019.

Saat ini, jumlah santrinya sekitar 200 orang.

Baca juga: Nantikan! Dieng Culture Festival Banjarnegara Digelar 2-4 September, Berlangsung Luring

Baca juga: Tak Ada Jembatan, Siswa SD di Duren Pagedongan Banjarnegara Harus Seberangi Sungai untuk Bersekolah

Ponpes tersebut berada di tiga tempat berbeda, yaitu di Kecamatan Banjarmangu, Punggelan, dan Wanadadi.

Untuk menghindari kejadian serupa, Hendri mengimbau kepada orangtua agar lebih selektif memilih ponpes untuk anaknya.

Diberitakan sebelumnya, seorang oknum guru ngaji di Banjarnegara, Jawa Tengah, berinisial SAW alias JS (32) ditangkap polisi akibat mencabuli tujuh santri laki-laki yang masih di bawah umur.

Peristiwa itu terbongkar setelah salah satu korban berinisial AG (15) mengadu ke guru ngaji lain saat tersangka pulang ke Aceh untuk menemani istrinya melahirkan. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Guru Ngaji yang Cabuli 7 Santri di Banjarnegara Punya Kelainan Seksual".

Baca juga: Harga BBM Bersubsidi Dikabarkan Naik Mulai 1 September 2022, SPBU di Kudus Mulai Dijaga Polisi

Baca juga: Gelombang Tinggi, Ribuan Nelayan Kapal Kecil di Cilacap Nganggur

Baca juga: Kronologi Hilangnya Pegawai Bapenda Kota Semarang, Makan Bareng Anak-anak sebelum Berangkat Kerja

Baca juga: Truk Bermuatan Besi Sasak Warga di Tepi Jalan Sultan Agung Kota Bekasi. 10 Tewas, 20 Orang Terluka

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved