Berita Batang

Korban Guru Agama Cabul di SMP Gringsing Batang Bertambah, Ada 13 Anak yang Sudah Melapor ke Polisi

Korban pencabulan oknum guru agama SMP di wilayah Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, yang melapor ke Polres Batang bertambah.

Penulis: dina indriani | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DINA INDRIANI
AM, oknum guru agama di sebuah SMP di Gringsing, Batang, menjalani pemeriksaan karena laporan percabulan di Satreskrim Polrses Batang, Selasa (30/8/2022). Sudah ada 13 korban yang melaporkan kejadian tersebut. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Korban pencabulan oknum guru agama SMP di wilayah Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, yang melapor ke Polres Batang bertambah.

Saat ini, jumlah korban yang melapor mencapai 13 orang.

Hal itu dibenarkan Kasat Reskrim Polres Batang, AKP Yorisa Prabowo.

"Hari ini, ada enam laporan baru. Sebelumnya, tujuh laporan sudah kami proses dan kemungkinan akan bertambah, nanti akan dirilis," tuturnya saat ditemui, Selasa (30/8/2022).

Baca juga: Guru Agama SMP di Gringsing Batang Cabuli Murid. Korban Diduga Mencapai 30 Anak, Baru 7 Melapor

Baca juga: Kepala MI di Kutasari Purbalingga Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Cabuli Murid Sejak 2019

Hasil pemeriksaan sementara, ungkap Yorisa, tersangka mengaku mencabuli 20 siswi.

"Ini masih didalami lebih lanjut, dalam proses," ujarnya

Diberitakan sebelumnya, seorang guru PNS berinisial AM (33), dilaporkan ke polisi lantaran mencabuli siswanya.

Selain menjadi guru agama, di sekolah tersebut, AM juga merupakan pembina OSIS.

AM mencabuli siswinya saat kegiatan OSIS, dengan beralasan melakukan tes kejujuran.

Baca juga: Nama-nama Korban Tenggelamnya Kapal asal Batang di Perairan Karimunjawa Jepara: 5 Tewas, 1 Hilang

Baca juga: Pemkab Lelang Sewa 41 Kios di Pasar Batang, Harga Dasar Mulai Rp 20,3 Juta Per Tahun. Berminat?

Kejadian itu berlangsung dalam kurun waktu sekitar Juni sampai Agustus 2022.

"Ada beberapa yang dilecehkan. Ada beberapa juga yang disetubuhi, masih kami kembangkan, informasi (korban) sampai 30-an," tutur Yorisa.

Pelaku bakal dijerat Pasal 81 82 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Ancaman pidana 15 tahun penjara. Lalu juga Pasal 294 ayat 2 dengan ancaman tujuh tahun penjara," imbuhnya.

Ia menambahkan, pihak kepolisian sudah melakukan sosialisasi kepada pihak sekolah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud Batang) agar para korban tidak takut melapor karena identitas mereka dilindungi. (*)

Baca juga: Membanggakan! Dua Atlet Karate Purbalingga Raih Dua Emas di Kejurnas Inkai 2022

Baca juga: Ikatan Batin Persipa Pati dan Moch Soebroto Magelang, Yakin Curi Poin Lawan Nusantara United

Baca juga: Polres Blora Amankan Truk Diduga Bermuatan Solar Ilegal, Modus: Pindahkan Solar ke Truk Lebih Kecil

Baca juga: Dilarang Lihat Langsung Rekonstruksi, Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J Pertanyakan Transpransi

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved