Peringatan Dini BMKG
BMKG Minta Warga Pesisir Cilacap dan Kebumen Waspadai Rob, Diperkirakan Berlangsung 12-15 Agustus
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap memperingatkan adanya potensi rob di pesisir selatan Pulau Jawa.
Penulis: Pingky Setiyo Anggraeni | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap memperingatkan adanya potensi rob di pesisir selatan Pulau Jawa.
BMKG memperkirakan, wilayah pesisir selatan Pulau Jawa akan dilanda banjir rob selama empat hari, yaitu mulai Jumat (15/8/2022) hingga Senin (14/8/2022).
Prakirawan BMKG Stasiun Tunggul Wulung Cilacap Deas Achmad Rivai mengatakan, rob berpotensi terjadi karena fase bulan purnama yang bersamaan dengan perigee.
Parigee merupakan jarak terdekat bulan ke bumi.
"Adanya fenomena fase bulan purnama yang bersamaan dengan parigee pada 10 Agustus kemarin berpotensi menyebabkan terjadinya peningkatan pasang air laut yang lebih signifikan," jelas Deas dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunbanyumas.com, Jumat.
Baca juga: Selametan Bumi dan Ruwatan Suran Kawunganten Cilacap, Wujud Syukur Masyarakat Selama Setahun
Baca juga: Tebing Hutan Pinus di Malabar Cilacap Longsor, Jalur Majenang-Wanareja Hanya Bisa Dilalui Motor
Deas mengatakan, berdasarkan pantaun data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Indonesia.
"Potensi banjir pesisir terjadi di berbagai wilayah Indonesia, muai dari pesisir Jawa Barat, Yogyakarta, dan juga Jawa Tengah," kata Deas.
Adapun wilayah-wilayah di pesisir Jawa Barat yang berpotensi terjadi banjir rob, di antaranya pesisir selatan Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, dan pesisir selatan Pangandaran.
Di pesisir selatan Jawa Tengah, rob berpotensi terjadi di wilayah Kebumen, Cilacap, Purworejo. Juga di pesisir selatan Yogyakarta.
Baca juga: Pertamina Pantau Sumur Warga, Kebocoran Pipa BBM di Jeruklegi Cilacap Masih Ditangani
Baca juga: Tertangkap! Pembunuh ART di Tegalreja Cilacap Merupakan Teman Kerja, Mengaku Sakit Hati
Potensi terjadinya banjir rob berdasarkan prakiraan BMKG ini berlangsung dalam waktu yang berbeda di setiap wilayah.
Tentu saja, kondisi rob ini dapat mengganggu aktivitas keseharian masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di permukiman pesisir, serta aktivitas tambak dan garam serta perikanan darat.
"Dengan adanya peringatan potensi rob tersebut maka BMKG mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut," imbau Deas.
BMKG juga mengahimbau masyarakat selalu memperhatikan update informasi cuaca maritim BMKG. (*)
Baca juga: Anggota Paspampres Pukul Sopir Truk di Solo, Gibran Geram: Saya Tidak Terima!
Baca juga: Warga Kecewa Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK: Janji Perbaikan Jalan Belum Dipenuhi
Baca juga: Total Ada 34 Orang Diamankan KPK dalam OTT Pemalang, Kabid Hingga Sekda Masih Diperiksa
Baca juga: Antrean Panjang Beli Pertalite di SPBU Purwokerto Banyumas Sering Terjadi, Ini Kata Pertamina