Berita Banyumas

Tarif Ojol Bakal Naik, Atika Siap Beralih ke Kendaraan Pribadi Lagi

Keputusan pemerintah menaikkan tarif layanan ojek daring atau online (ojol) dikhawatirkan menurunkan pelanggan.

Penulis: budi susanto | Editor: rika irawati
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Ilustrasi sekelompok pengemudi ojek online (ojol). Pemerintah menaikkan tarif layanan ojek online yang berlaku mulai 14 Agustus 2022. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Keputusan pemerintah menaikkan tarif layanan ojek daring atau online (ojol) dikhawatirkan menurunkan pelanggan.

Kebijakan ini dinilai membuat kondisi warga makin terimpit di tengah kenaikan harga barang kebutuhan pokok dan perekonomian yang belum pulih benar akiat pandemi Covid-19.

Santoso, pengemudi ojek online Sala Gunungpati, mengatakan, kenaikan tarif itu berdampak pada pengguna layanan atau konsumen.

"Tentu akan berdampak pada kurangnya pengguna ojek online nantinya," kata Santoso, Rabu (10/8/2022).

Baca juga: Tarif Ojol Naik! Di Jawa Tengah, Tarif Terbawah Dipatok Minimal Rp 9.250/Km

Baca juga: Kenalkan, Jeggboy & Girl. Ojek Online Salatiga yang Layani Juga Tangkap Cicak hingga Angkat Jemuran

Menurutnya, kebijakan kenaikan tarif ojol, tak tepat diterapkan saat ini.

"Kalau sekarang dinaikkan di tengah melambungnya harga kebutuhan pokok, rasanya kurang tepat," tambahnya.

Sementara, Atika (35), warga Gajahmungkur, Kota Semarang, mengaku tak setuju dengan kenaikan tarif ojol.

"Pemerintah apa tidak memikirkan rakyatnya, semua dinaikkan, termasuk tarif ojek online. Situasi juga masih seperti ini," kata Atika, Rabu.

Secara gamblang, Atika merasa keberatan dengan regulasi yang dikeluarkan oleh Kemenhub tersebut.

"Saya hampir setiap hari pakai ojek online untuk beraktivitas. Menggunakan angkutan umum saya lakukan agar tidak macet. Kalau tarifnya naik, lebih baik pakai kendaraan pribadi lagi," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved