Berita Bisnis

Waspada Uang Palsu! Hingga Akhir Juli, BI Tegal Terima Laporan 802 Lembar Upal

Bank Indonesia Tegal meminta warga berhati-hati atas peredaran uang palsu (upal). Sejak Januari hingga 29 Juli 2022, ada laporan 802 lembar upal.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rika irawati
Tribunnews.com
Ilustrasi uang palsu (upal). Sejak Januari hingga 29 Juli 2022, Kantor Perwakilan BI Tegal menerima laporan adanya 802 lembar upal. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, YOGYAKARTA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal meminta warga berhati-hati atas peredaran uang palsu (upal).

Sejak Januari hingga 29 Juli 2022, Kantor Perwakilan BI Tegal menerima laporan adanya 802 lembar upal.

Hal ini disampaikan Unit Pelaksanaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan BI Tegal Ahmad Afandi dalam acara Capacity Building Tahun 2022 di Hotel Inside By Melia, Yogyakarta, Sabtu (30/7/2022) malam.

Menurut Afandi, temuan upal ini merupakan buah dari kerja sama dan koordinasi stakeholder perbankan.

"Untuk temuan uang palsu per tanggal 29 Juli 2022, sebanyak 802 lembar," jelas Afandi, saat mendampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal M Taufik Amrozy.

Baca juga: Jual Uang Palsu Rp 3 Juta Seharga Rp 1 Juta, Gofur Ditangkap di Pekalongan, Sudah Cetak Rp 90 Juta

Baca juga: Viral, Wanita Diarak Pedagang di Pasar Pahing Banyumas: Tertangkap Tangan Belanja Pakai Uang Palsu

Dijelaskan Afandi, temuan upal tersebut terdiri dari 752 lembar dari klarifikasi perbankan, tujuh lembar dari klarifikasi masyarakat, dan 43 lembar dari klarifikasi kepolisian.

"Jadi, kami membedakan ada empat klarifikasi, yaitu klarifikasi perbankan, masyarakat, kepolisian, dan temuan dari pengolahan," katanya.

Afandi menjelaskan, klarifikasi dari masyarakat adalah ketika masyarakat merasa ragu dengan keaslian uang yang diterima, kemudian mereka melaporkan ke bank.

Sementara, klarifikasi dalam pengolahan, yaitu temuan upal saat Bank Indonesia menerima uang dari perbankan hasil setoran nasabah.

Baca juga: Pemprov Jateng Buka Jalan Produk UKM ke Belgia, Gandeng Bank Indonesia, Asmindo Komentar Ini

Baca juga: Tingginya Harga Cabai Picu Inflasi di Purwokerto dan Cilacap, BI Purwokerto: Tapi Masih Terjaga

Sedangkan klarifikasi perbankan, yaitu, temuan uang palsu adalah dari perbankan itu sendiri.

"Perlu saya sampaikan, dari tahun 2010-2022, total uang palsu yang kami dapat atau diterima sebanyak 41.363 lembar."

"Sedangkan jika dilihat secara periodik tahun, yaitu antara tahun 2020 ke 2021, ada kenaikan uang palsu sebanyak 34 persen."

"Tapi, saat tahun 2021 ke 2022, mengalami penurunan sekitar 65 persen," ujarnya. (*)

Baca juga: Tetap Produktif di Usia Senja, Warga Pasinggangan Banyumas Produksi Kecap Cap Bawang Resep Keluarga

Baca juga: Sukses Kembangkan Kopi, Petani Muda di Cilacap Ini Ingin Robusta Karanggintung Tembus Pasar Ekspor

Baca juga: Tragis! Pria Bertato Tewas Dihajar 11 Satpam RSUP Dr Kariadi Semarang, Diduga Mencuri HP Pasien

Baca juga: Diduga Epilepsi Kambuh, Warga Banjarsari Cilacap Tak Bisa Melarikan Diri saat Api Membakar Dapur

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved