Berita Banyumas

Tingginya Harga Cabai Picu Inflasi di Purwokerto dan Cilacap, BI Purwokerto: Tapi Masih Terjaga

Kenaikan harga cabai mendorong inflasi bulan Juni 2022 di Purwokerto dan Cilacap.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/BUDI SUSANTO
ILUSTRASI. Pedagang cabai di Pasar Sampangan, Kota Semarang, menunjukkan cabai rawit merah siap jual, Selasa (7/6/2022). Tingginya harga cabai memicu inflasi di Purwokerto dan Banyumas bulan Juni 2022. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Kenaikan harga cabai mendorong inflasi bulan Juni 2022 di Purwokerto dan Cilacap.

Pada Juni 2022, tingkat inflasi Purwokerto dan Cilacap, masing-masing tercatat sebesar 0,59 persen (mtm) dan 0,71 persen (mtm).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Rony Hartawan mengatakan, kenaikan harga cabai didorong sejumlah faktor.

Di antaranya, curah hujan yang tinggi, serangan hama, serta harga pupuk.

"Tren kenaikan harga cabai juga merupakan imbas dari penurunan luas tanam pada bulan Maret lalu," ujar Rony lewat rilis yang diterima, Minggu (3/7/2022).

Baca juga: Dua Tahun Libur, Pasar Malam di Alun-alun Banyumas Dibuka Lagi. Langsung Diserbu Warga

Baca juga: 5 Rekomendasi Tempat Wisata Kuliner Tradisional Banyumas Beserta Alamat, Patut Dicoba!

Menurut Rony, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Banyumas dan Cilacap telah melakukan beberapa upaya pengendalian inflasi secara sinergis.

Di antaranya, melalui pelaksanaan rapat koordinasi TPID untuk memastikan ketersediaan pasokan.

Termasuk, saat ini, terkait komoditas daging sapi di tengah merebaknya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Upaya penanganan yang dilakukan di antaranya melalui vaksinasi sapi, monitoring harga secara rutin, serta koordinasi penguatan Kerjasama Antar Daerah (KAD).

Catatan BI Purwokerto, tekanan inflasi di Purwokerto pada Juni 2022 lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, Mei (0,63 persen, mtm).

Inflasi terutama bersumber dari peningkatan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 0,37 persen (mtm).

Dilihat dari komoditasnya, yang menjadi penyumbang inflasi terbesar pada periode ini adalah komoditas cabai merah, cabai rawit, bawang merah, kue kering berminyak, dan bakso siap santap.

Di sisi lain, terdapat beberapa komoditas yang mengalami koreksi harga, semisal, minyak goreng, daging ayam ras, bawang putih, daging sapi, dan pepaya.

Dengan perkembangan tersebut, secara tahun kalender, inflasi Purwokerto tercatat sebesar 4,46 persen (ytd) dan secara tahunan sebesar 6,11 persen (yoy).

Baca juga: Cara Komisi C DPRD Jateng Lestarikan Budaya Banyumas: Gelar Pentas Seni Libatkan Seniman Lokal

Baca juga: Toko London Kebondalem Banyumas Terbakar, Asap Tebal yang Membumbung Bikin Warga Geger

Capaian inflasi tahunan tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata historis inflasi Juni tahun 2019 sampai dengan 2021 yang sebesar 1,69 persen (yoy).

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved