Berita Banyumas

Tetap Produktif di Usia Senja, Warga Pasinggangan Banyumas Produksi Kecap Cap Bawang Resep Keluarga

Usia senja tak membuat Sukarni, warga Grumbul (Dusun) Langgeran RT 04 RW 05, Desa Pasinggangan, Kecamatan/Kabupaten Banyumas, berhenti produktif.

Penulis: Imah Masitoh | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Imah Masitoh
Sukarni, warga Desa Pasinggangan, Kecamatan/Kabupaten Banyumas, menunjukkan bahan dan kecap Bawang buatannya, Kamis (29/7/2022). Kecap produksi rumahan itu dibuat menggunakan resep warisan orangtua. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Usia senja tak membuat Sukarni, warga Grumbul (Dusun) Langgeran RT 04 RW 05, Desa Pasinggangan, Kecamatan/Kabupaten Banyumas, berhenti produktif.

Berkat keterampilan membuat kecap yang diwarisi dari orangatua, Sukarni yang kini menginjak usia 70 tahun, mengembangkan usaha kecap rumahan dengan merek Bawang.

"Soalnya, saya hidup sendiri. Alhamdulillah, anak-anak sudah berkeluarga, tinggal satu yang belum. Akhirnya, mengisi waktu dengan membuat kecap kalau tidak ada kegiatan keagamaan," cerita Sukarni saat ditemui di rumahnya, Kamis (29/7/2022).

Baca juga: Rumah Sakit JIH Purwokerto Resmi Beroperasi, Ketua DPRD Banyumas: Jangan Sampai Menolak Pasien

Baca juga: Hilang di Kebun, 2 Hari Kemudian Warga Gumelar Banyumas Ditemukan Meninggal di Curug

Memang, belum banyak warga Banyumas yang mengenal kecap Cap Bawang.

Usaha ini, baru ditekuni serius oleh ibu lima anak itu pada 2020, atau dua tahun setelah ditinggal suami meninggal dunia.

Sebenarnya, usaha kecap rumahan ini sudah pernah dibuka pada tahun 2003. Bahkan, di tahun itu, Sukarni telah mengurus dan mendapat sertifikat izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) tahun 2003 untuk kecap Cap Bawang.

Namun, pada tahun 2005, produksi kecap Cap Bawang berhenti. saat itu, Sukarni fokus membantu suami yang mengembangkan usaha ayam boiler.

Setelah tak bisa meneruskan usaha ayam boiler, Sukarni kembali menekuni produksi kecap.

Apalagi, keterampilan membuat kecap masih dimiliki. Bahan yang dibutuhkan pun mudah didapat.

Bahan-bahan tersebut di antaranya kedelai hitam, gula merah, serta bumbu bawang.

Kecap buatan Sukarni dikenal manis, bertekstur kental, dan memiliki ciri khas rasa bawang.

Di awal memulai usaha, Sukarni harus memasarkan sendiri kecap yang dikemas dalam botol berukuran 600 mili dan 140 mili ke pelanggan.

Baca juga: Sopir Truk Banyumas Raya Keluhkan Masih Ada Pungli, Ganjar: Kita Bersihkan!

Baca juga: Tolak Wacana Lima Hari Sekolah, Ketua Komisi 4 DPRD Banyumas: Anak Sekolah itu Bukan Orang Kerja

Setiap pagi, pukul 06.00-09.00 WIB, dia naik angkutan pedesaan, mengantar kecap pesanan ke pelanggan.

"Masih di area Banyumas. Pelanggannya penjual soto, sate, ibu rumah tangga, atau orang yang lagi hajatan," ungkap Sukarni.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved