Berita Cilacap
Sukses Kembangkan Kopi, Petani Muda di Cilacap Ini Ingin Robusta Karanggintung Tembus Pasar Ekspor
Kesukaan menikmati kopi menginspirasi Despa Damar Sugara, warga Desa Karanggintung, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, menjadi petani kopi.
Penulis: Pingky Setiyo Anggraeni | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Kesukaan menikmati kopi menginspirasi Despa Damar Sugara, pemuda asal Desa Karanggintung, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, menjadi petani kopi.
Dia pun tak takut gagal. Apalagi, menikmati kopi sudah membudaya di masyarakat sehingga dipastikan, permintaan kopi selalu tinggi.
Despa kemudian memanfaatkan lahan tidur milik keluarga, menjadi perkebunan kopi.
"Awalnya memang ingin memanfaatkan lahan milik keluarga yang kosong, kemudian potensi pohon kopi memang bagus dikembangkan. Selain itu karena memang saya pecinta kopi juga," jelas Despa saat ditemui di kebunnya, Sabtu (30/07/2022).
Baca juga: Diduga Epilepsi Kambuh, Warga Banjarsari Cilacap Tak Bisa Melarikan Diri saat Api Membakar Dapur
Baca juga: Kepala SDN 03 Sadahayu Cilacap Minta Pemerintah Perbaiki Sekolah: Sudah 16 Tahun Tak Ada Perbaikan
Despa menjelaskan, Desa Karanggintung berada di ketinggian 100-600 meter di atas permukaan laut (mdpl). Itu sebabnya, varian kopi yang dikembangkan adalah robusta.
Despa menanam bibit pohon kopi sejak 2018, di lahan seluas dua hektare.
Sejak saat itu, sudah tiga kali Despa memanen kopi.
Sekali panen, kebun kopi tersebut menghasilkan hingga dua ton.
"Kalau kemarin, panen baru dapat 2 ton, mungkin tahun depan bisa lebih maksimal bisa sampai 5 ton," kata Despa.
Despa mengatakan, waktu panen terjadi pada Mei hingga Juli.
Hasil panen kopi tersebut tak langsung dijual dalam bentuk biji kopi mentah atau green bean.

Despa mengolahnya dan menjual dalam bentuk green bean atau kopi biji masak dan ground coffee (kopi bubuk), menggunakan nama Sugara Coffee.
Kopi tersebut tak hanya dipasarkan di Cilacap tetapi juga memenuhi permintaan pelanggan di beberapa kota di Pulau Jawa.
Di antaranya ke Kota Porbolinggo, Bekasi, Jakarta, Bogor, Bandung, dan wilayah tetangga, Purwokerto.
"Kami menjualnya dalam bentuk kemasan bubuk, mulai dari kemasan sachet, kemasan isi 75 gram, 150 gram, 500 gram, hingga 1kg."