Berita Kudus

Tak Mampu Bayar Gaji dan Pesangon 269 Karyawan, Pabrik Plastik di Jekulo Kudus Disita Pengadilan

Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kudus menyita pabrik PT Soloroda ‎Indah Plastik di Desa Terban Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Kamis (28/7/2022).

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RAKA F PUJANGGA
?Petugas Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kudus memasang spanduk bukti penyitaan terhadap pabrik PT Soloroda ?Indah Plastik di atas lahan seluas 1,7 hektare, di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Kamis (28/7/2022). Pabrik tersebut disita setelah tak mampu membayar uang pesangon bagi 269 karyawan yang dirumahkan tahun 2017. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS -‎ Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kudus menyita pabrik PT Soloroda ‎Indah Plastik di Desa Terban Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Kamis (28/7/2022).

Penyitaan dilakukan lantaran manajemen pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 1,7 hektare itu tak mampu membayar upah 269 karyawan yang dirumahkan pada 2017.

Para karyawan ini kemudian melakukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Semarang yang terdaftar Nomor 7/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.SMG‎ dan telah diputus pada 22 April 2019.

Menurut kuasa hukum penggugat, Machasinrochman, dalam putusan tersebut, majelis hakim menghukum pabrik tersebut membayar upah yang belum dibayarkan selama para pekerja itu dirumahkan.

Masing-masing pegawai berhak atas gaji Rp 3,4 juta per bulan.

Pabrik juga diminta membayar uang pesangon penghargaan masa kerja dan penggantian hak kepada para karyawan dengan totalnya mencapai sekitar Rp 40 miliar.

"Sejak putusan PHI tersebut, pemilik perusahaan tidak membayarkan kewajibannya sehingga kami memohon untuk eksekusi terhadap sebidang tanah," kata dia.

Baca juga: Tuntut Pembayaran Pesangon, Janda dan Purnakarya PTPN IX Berniat Jalan Kaki ke Istana Negara

Baca juga: Didatangi Ganjar di Mapolrestabes Semarang, Buruh Ini Mengaku Takut Tak Dapat Pesangon saat Di-PHK

Hasil penelusuran terungkap, lahan pabrik menggunakan Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB)‎ Nomor 246 dan memiliki luas sekitar 17.248 meter persegi.

Atas permohonan sita eksekusi itu, Pengadilan Negeri Hubungan Industri Semarang menyita setifikat HGB itu.

Sementara, pelaksanaan eksekusi kemudian didelegasikan kepada Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kudus‎.

Sita terhadap obyek tersebut juga tetap berjalan baik meskipun kepemilikan lahan telah berganti menjadi milik M Toha.

Kuasa hukum penggugat menemukan kejanggalan atas sertifikat tanah yang telah berubah nama itu.

"Penerbitan sertifikat baru pada 2015, itu karena alasan ada kerusakan‎. Seharusnya, nama pemiliknya tetap sama, tapi ini berubah. Dan di situ tidak ada jual beli dan lainnya," jelasnya.

Dalam proses sita eksekusi itu, Kuasa Hukum para karyawan keberatan menandatangani surat sita eksekusi itu.

Baca juga: Alhamdulillah, 370 Tempat Ibadah di Kudus Terima Dana Rp 9,5 Miliar untuk Renovasi dan Sarpras

Baca juga: Sepasang Remaja Terekam Bermesraan di Area Masjid Menara Kudus, Videonya Viral di Whatsapp

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved