Berita Tegal

Tuntut Pembayaran Pesangon, Janda dan Purnakarya PTPN IX Berniat Jalan Kaki ke Istana Negara

Puluhan purnakarya PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX (Persero) tahun 2018-2021, berniat melakukan aksi jalan kaki menuju Istana Negara Jakarta.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rika irawati
ISTIMEWA/DOK FKPPN JATENG
Puluhan purnakarya dan janda purnakarya PTPN IX membawa spanduk saat melakukan simulasi aksi jalan kaki ke Istana Negara di PG Sumberharjo, Kabupaten Pemalang, Sabtu (21/5/2022). Aksi tersebut digelar untuk menuntut pembayaran pesangon yang belum lunas dibayar sejak 2018. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI - Puluhan purnakarya PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX (Persero) tahun 2018-2021, berniat melakukan aksi jalan kaki menuju Istana Negara Jakarta.

Mereka akan menggeruduk kantor presiden guna menagih pelunasan santunan hari tua (SHT) atau pesangon yang masih belum tunas.

Sebelum aksi berlangsung, Sabtu (21/5/2022), mereka menggelar simulasi.

Simulasi jalan kaki itu dimulai dari Pabrik Gula (PG) Sumberharjo, Kabupaten Pemalang, menempuh jarak tiga kilometer

Ketua Forum Komunikasi Purnakarya Perkebunan Nusantara (FKPPN) DPW Jateng, Rokhim, menjelaskan, ini merupakan aksi kedua mereka.

Aksi jalan kaki menagih pembayaran pesangon pernah mereka lakukan pada 2-7 Maret 2022 lalu, dari PG Pangka Kabupaten Tegal menuju Istana Negara.

Namun, aksi tersebut hanya sampai di Karawang setelah bertemu Direktur Holding PTPN.

Baca juga: Empat Kelurahan di Kota Tegal Tergenang Rob sejak Minggu, Diperkirakan Berlangsung hingga Selasa

Baca juga: Pura-pura Sediakan Jasa Travel, Tiga Warga Sumpiuh Banyumas Rampok Penumpang dari Tegal

Baca juga: Truk Kontainer Tabrak Rumah di Pantura Tegal: Proses Evakuasi Terhambat Karena Lalu Lintas Padat

Baca juga: Bahagianya Pasutri dari Cenggini Tegal, Dikaruniai Tiga Anak Kembar. Lahir Lewat Operasi Sesar

Dalam aksi kali ini, mereka akan meminta pesangon dapat dibayar lunas.

"Harapan kami masih sama, yaitu agar segera dilunasi kekurangan yang belum terbayar. Kali ini, kami beri waktu sampai akhir Juni 2022."

"Nominal yang belum terbayarkan, dari Rp 60 miliar sekarang menjadi Rp 55 miliar," jelas Rokhim, Senin (23/5/2022).

Acara simulasi ini tak hanya diikuti purnakarya tetapi juga janda purnakarya yang menuntut hak almarhum suami mereka.

Dalam simulasi, mereka juga membawa spanduk berisi tuntutan kepada Presiden RI Joko Widodo.

Menurut Rokhim, dari 535 purnakarya, baru 41 orang yang menerima pesangon secara tuntas.

Yang lain, rata-rata menerima 30 persen dari total seharusnya diterima.

Pesangon setiap mantan karyawan itu berbeda, mulai dari Rp 40 juta sampai Rp 800 juta per orang.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved