Berita Kudus

Terbukti Cabuli Anak Didik, Guru Ngaji di Kudus Divonis 18 Tahun Penjara

Pengadilan Negeri Kabupaten Kudus menjatuhkan hukuman penjara 18 tahun dan denda Rp 10 juta kepada guru ngaji MA (48), dalam sidang, Selasa.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RAKA F PUJANGGA
Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kudus menggelar sidang putusan secara daring kasus guru ngaji cabul, Selasa (19/7/2022). Dalam putusannya, guru ngaji berinisial MA (48) tersebut dijatuhi hukuman 18 tahun penjara dan denda Rp 10 juta. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kudus menjatuhkan hukuman penjara 18 tahun dan denda Rp 10 juta kepada guru ngaji MA (48), dalam sidang, Selasa (19/7/2022).

Dalam sidang di Ruang Kartika PN Kudus itu, majelis hakim menyatakan, MA terbukti mencabuli delapan anak didiknya.

Sidang putusan ini dipimpin‎ hakim ketua Ziyad dan hakim anggota Dewantoro serta Rudi Hartono.

Sidang atas warga Menawan, Kabupaten Kudus, itu berlangsung daring.

Kasus ini terungkap setelah orangtua satu di antara delapan korban, melaporkan ke polisi, 14 Februari 2022 lalu.

Atas putusan ini, majelis hakim mempersilakan MA menerima hasil putusan, mengajukan banding, atau masih mempertimbangkan langkah selanjutnya.

"Kami beri waktu terdakwa tujuh hari untuk pikir-pikir menerima hasil putusan atau melakukan upaya hukum banding," ujar Rudi Hartono.

Baca juga: Guru Ngaji di Kudus Cabuli Murid TPA. Polres Terima 1 Laporan, JPPA Temukan 8 Korban

Baca juga: Sah! Mantan Pelatih Persak Kebumen M Irfan Ditunjuk Jadi Arsitek Persiku Kudus di Liga 3 Indonesia

Menurut Rudi, ‎dalam putusan sidang bernomor 42/Pid.Sus/2022/PN.Kds‎ tersebut, ada beberapa hal yang memberatkan MA.

Di antaranya, jumlah korban yang mencapai delapan orang. Apalagi, para korban masih duduk di kelas ‎2 dan 3 sekolah dasar (SD).

"Korban yang lebih dari satu orang dan masih anak-anak ini menimbulkan trauma bagi mereka. Sehingga, ini memberatkan terdakwa," ujarnya.

Kemudian, MA juga merupakan seorang ustaz yang seharusnya memberikan pendidikan positif kepada siswa.

Kenyataannya, MA justru bersikap buruk kepada anak didiknya.

"Terdakwa ini merupakan ustaz, yang dengan tindakannya ini mencoreng nama baik ‎guru dan sekolah," ucapnya.

Sedangkan beberapa hal yang meringankan terdakwa, di antaranya, MA mengakui perbuatannya tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved