Berita Tegal

Keren! Warga Slawi Tegal Produksi Ecoprint di Kain hingga Tas, Peminat Datang dari Paris

Kreatif dan inovatif, dua kata ini tepat menggambarkan sosok Fica Ariyanti, pemilik Shanum Ecoprint and Craft, Kabupaten Tegal.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DESTA LEILA KARTIKA
Pemilik Shanum Ecoprint and Craft Fica Ariyanti menunjukkan kain Ecoprint Rainbow (pelangi) buatannya di rumah produksi di Perumahan Pesona Abadi, Blok E1, Nomor 13, Desa Slawi Kulon, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, belum lama ini. 

"Mengingat, beras mawur ini merupakan identitas Kabupaten Tegal. Nah, di sini, saya kombinasikan dengan kreasi saya," jelas Fica.

Baca juga: Usaha Ecoprint Ibu-ibu Rumah Tangga Bobosan Banyumas Kembali Bergeliat, Tersedia Kain hingga Kaus

Baca juga: Permintaan Mukena Ecoprint Purbalingga Meningkat Jelang Idulfitri, Dibandrol Rp 350 Ribu-Rp 1,5 Juta

Selain menemukan motif kombinasi beras mawur yang kemudian dijadikan sebagai identitas, Fica juga berhasil menciptakan produk kain Ecoprint Rainbow (pelangi).

Sesuai namanya, dalam satu kain, Fica menggunakan beragam warna. Dipercantik dengan tambahan motif daun keemasan sehingga menambah kesan menarik dan eksklusif.

Untuk memproduksi satu lembar kain ecoprint, Fica membutuhkan waktu sekitar dua pekan.

Proses panjang ini dipengaruhi faktor cuaca dan stok daun yang digunakan.

Waktu terlama, menurut Fica, terjadi pada tahap finishing memperkuat warna agar tidak mudah luntur.

Pada proses ini, dibutuhkan waktu sekitar satu pekan.

"Alhamdulillah, untuk produk kain, banyak peminatnya juga. Terutama, syal, kerudung, dan kaus. Bahkan, sempat menerima pemesanan hingga 200-an buah," katanya.

Terkait pemasaran, Fica memanfaatkan media sosial dan marketplace, di antaranya Facebook, Instagram, dan shopee.

Namun, dia juga memanfaatkan jejaring teman dan komunitas ecoprint.

Baca juga: Sadar Ajaran Khilafatul Muslimin Menyimpang, Tiga Warga Kota Tegal Ucap Setia ke NKRI

Baca juga: Mie Bagi Pecinta Makanan Pedas di Lebaksiu Tegal: Mie Jebier, Harga Mulai Rp 6 Ribu

Hingga akhirnya, karya Fica bisa tembus ke berbagai daerah di Indonesia, bahkan Paris.

"Alhamdulillah, untuk produk, beberapa waktu lalu dibawa teman ke Paris, karena kebetulan beliau tinggal disana."

"Produk saya dibawa dan di sana ada yang membeli, bahkan pembeli tersebut sampai pesan lagi ke saya."

"Saat itu, produk yang dibawa teman saya, seperti syal sutra, tas punggung atau ransel, dan tas jinjing," terangnya.

Ditanya kesulitan yang dihadapi menggeluti bisnis ecoprint, perempuan 40 tahun ini mengatakan, ketersediaan daun sering menjadi kendala.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved