Berita Tegal
Keren! Warga Slawi Tegal Produksi Ecoprint di Kain hingga Tas, Peminat Datang dari Paris
Kreatif dan inovatif, dua kata ini tepat menggambarkan sosok Fica Ariyanti, pemilik Shanum Ecoprint and Craft, Kabupaten Tegal.
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI - Kreatif dan inovatif, dua kata ini tepat menggambarkan sosok Fica Ariyanti, pemilik Shanum Ecoprint and Craft, Kabupaten Tegal.
Fica menjadikan produk buatannya tak hanya menarik tetapi juga layak dijual, bahkan hingga ke luar negeri.
Ditemui di rumah produksi miliknya, Fica bercerita, bisnis ecoprint ini lahir dari keinginan menghasilkan uang dari rumah.
Kebetulan, dia melihat tayangan di televisi yang menampilkan kerajinan ecoprint.
Dia kemudian tertarik dan mencari informasi, sekaligus belajar melalui berbagai media, mulai dari video di Youtube maupun artikel yang ditemukan di mesin pencari Google.
Fica juga belajar kepada seorang teman di Bogor, Jawa Barat, yang lebih dulu terjun di dunia ecoprint pada kain sutra.
Baca juga: Profil Bupati Tegal Umi Azizah, Terjun ke Politik Karena Diminta Kiai Tegal untuk Dampingi Ki Enthus
Baca juga: Cerita Warno Warga Kabupaten Tegal Harus Ditandu 3,5 Kilometer Demi Berobat ke Rumah Sakit
Dia belajar pula kepada seorang teman di Solo untuk teknik lain. Pada 2018, dia mulai berani memproduksi.
"Kalau untuk produk, basic saya adalah kain, mulai katun, sutra, dan kanvas. Kemudian, saya aplikasikan ke penjahit."
"Saya juga bekerja sama dengan UMKM lokal untuk memberdayakan mereka," ungkap Fica, belum lama ini.
Dari kain, Fica mengembangkan teknik ecoprint dan mengaplikasikan ke media lain.
Di antaranya, pada tas jinjing, tas ransel, tas kulit, baju, sepatu, topi, syal, dompet, kerudung, bahkan tumbler atau tempat minum.
Dalam proses produksi, Fica dibantu dua karyawan dan dua penjahit.
Fica memproduksi semua itu di rumahnya di Perumahan Pesona Abadi, Blok E1, Nomor 13, Desa Slawi Kulon, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal.
Di rumah ini, calon pembeli juga bisa melihat produk-produk ecoprint buatannya.
"Saya terus mengasah kemampuan supaya lebih maksimal, sampai akhirnya mulai menemukan identitas produk ecoprint sendiri, yaitu dengan motif kombinasi beras mawur."