Sosok
Inilah Sosok GM Hotel FOX HARRIS Banjarnegara, Ternyata Pernah Jadi Pelayan
Siapa sangka, di balik jabatan menterengnya, General Manager (GM) Fox Harris Banjarnegara ini memulai karier dari titik nol, sebagai pelayan kafe.
Penulis: daniel a | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Di balik setelan parlente dan jabatan prestisius sebagai General Manager (GM) hotel bintang empat bertaraf internasional, Yanuar Kurniawan menyimpan kisah perjalanan karier yang tak instan.
Ia adalah bukti nyata bahwa kerja keras dan pemahaman mendalam dari level paling bawah adalah kunci menaklukkan industri perhotelan.
"Dari dunia kafe itu awal mulanya, ya jadi pelayan, meningkat juga pernah jadi bartender, kemudian naik lagi jadi asisten manajer," ungkap Yanuar Kurniawan saat berbincang santai dalam Podcast Tribun Banyumas, Kamis (9/10/2025).
Baca juga: Hotel Wijayakusuma Cilacap Akan Diubah Jadi Rumah Sakit Khusus Rehabilitasi Narkoba
Merasa kariernya di kafe begitu-begitu saja, ia lantas banting setir ke dunia perhotelan, lagi-lagi memulai dari level staf di bagian front office.
Berkat ketekunannya memahami seluk-beluk operasional, kariernya terus menanjak hingga kini dipercaya memimpin Fox Harris Hotel & Convention Banjarnegara sejak 16 Agustus 2025 lalu.
Tantangan Terberat: Manusia dan Medsos
Bagi Yanuar, tantangan terbesar dalam mengelola hotel bukanlah fasilitas mewah atau produk kuliner, melainkan manusia.
Ia harus lihai menyatukan tim dengan beragam karakter, sekaligus mengakomodasi tamu dengan keinginan yang tak ada habisnya.
Namun, di era digital, muncul satu tantangan baru yang ia sebut "berbahaya".
"Sekarang jadi terpecah lagi itu, menangani orang sama nangani media sosial. Pintar nangani orang, enggak pintar nangani media sosial juga sama," ujarnya.
Ia mengaku lebih senang menghadapi tamu yang meluapkan komplain secara langsung di hotel.
Namun, ia sangat waspada terhadap tamu yang diam saat di lokasi, tetapi kemudian "bernyanyi" di media sosial.
"Yang pulang diam-diam terus nulis tuh, wah di medsos, itu yang berat. Menurut saya medsos itu kurang berimbang dari segi keadilan. Yang mem-posting kan bisa mengkritik apapun, sedangkan yang dikritik tidak punya kesempatan di waktu yang sama untuk klarifikasi," tegasnya.
Bagi pria yang tinggal di Jogja ini, kunci agar tidak "cepat gila" dalam menghadapi tekanan pekerjaan adalah keseimbangan.
Saat jam kerja, ia total sebagai seorang profesional. Di luar itu, ia meluangkan waktu untuk berolahraga ringan atau sekadar nongkrong bersama kolega untuk menyegarkan pikiran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20251009-gm-fox-harris-banjarnegara.jpg)