Breaking News:

Berita Banyumas

Usaha Ecoprint Ibu-ibu Rumah Tangga Bobosan Banyumas Kembali Bergeliat, Tersedia Kain hingga Kaus

Ibu-ibu di RT 01 RW 02 Kelurahan Bobosan, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, memamerkan ecoprint buatan mereka, Minggu (21/11/2021).

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Permata Putra Sejati
Sejumlah ibu-ibu di RT 01 RW 02 Kelurahan Bobosan, Purwokerto Utara, Banyumas, memamerkan kain ecoprint di pematang sawah, Minggu (21/11/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Sejumlah ibu-ibu di RT 01 RW 02 Kelurahan Bobosan, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, berlenggak-lenggok layaknya peragawati, memamerkan pakaian dan kain ecoprint.

Yang menarik, peragaan ini digelar di pematang sawah hijau nan asri di wilayah tersebut.

Koordinator pelatihan ecoprint, Suci Athien mengatakan, fashion show ecoprint di sawah ini adalah cara menunjukan hasil karya mereka.

"Karena bahannya dari alam jadi show di alam juga. Kami berdayakan ibu-ibu yang ada di rumah, yang tidak ada kegiatan," katanya, Minggu (21/11/2021).

Baca juga: Gugah Antusias Warga Ikuti Vaksinasi, Restoran di Purwokerto Banyumas Ini Sediakan Makan Gratis

Baca juga: Jelang Pilkades Serentak, Polresta Banyumas Mulai Awasi Pergerakan Para Botoh

Baca juga: 2 Bulan Dirawat di Rumah Singgah Banyumas, Miswanto Minta Pulang ke Madiun setelah Ingat Alamat

Baca juga: Akses Jalan Desa Gununglurah-Desa Sambirata Banyumas Putus, Tertutup Longsor Tebing setebal 3 Meter

Ibu-ibu di Kelurahan Bobosan ini merintis usaha ecoprint sejak April 2019.

Ada banyak produk yang dihasilkan, mulai dari kaus ecoprint, selendang, kain mukena, dan sebagainya.

"Kita harus tahu tekniknya agar mengeluarkan warna bagus. Setiap kali latihan, kurang lebih diikuti 10 orang atau 10 kain, sehingga bisa 10 kain tiap pertemuan," katanya.

Untuk kaus, dijual seharga mulai Rp 28 ribu dan menyesuaikan kualitas bahan.

Secara teknik,Suci mengatakan, pembuatan ecoprint hampir sama dengan pembuatan ecoprint pada umumnya.

Namun, mereka lebih mengutamakan pembuatan kain ecoprint untuk acara-acara nonformal.

"Kalau kaus, lebih santai dan bisa dipakai kapan saja."

"Tahap pembuatannya sama seperti pembuatan ecoprint lain, yaitu cuci bersih kain kemudian keringkan, besoknya tahap mordan."

Baca juga: Cegah Varian Baru Covid, Bupati Hartopo Minta Perantau di Luar Kudus Tak Mudik saat Libur Nataru

Baca juga: Manchester United Pecat Ole setelah Dipermalukan Tim Papan Bawah Watford dengan Skor 1-4

Baca juga: UMP Jateng 2022 Ditetapkan Naik 0,78%, Perusahaan Wajib Bikin Struktur dan Skala Upah Pekerja

Baca juga: Minibus Terbakar di Purwokerto, Saksi: Setelah Sopir Keluar, Asap dan Api Muncul dari Tengah Mobil

"Kalau ingin mengeluarkan warna oranye, berarti kasih cuka. Kemudian, kami rendam lagi pakai kapur sirih sampai benar bersih."

"Barulah, memasang bunga. Setelah itu, kukus kurang lebih satu jam, angkat, kemudian buka kainnya," terangnya.

Ia mengatakan, sejak pandemi ini, aktivitas mereka terhenti. Saat ini, akvitas mereka kembali bangkit dan diawali dengan penyelenggaraan fashion show.

"Kami ada grup bela beli atau market place dan mahal, karena prosesnya lama," terangnya. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved