Berita Semarang
Ini Modus Copet Yang Dilakukan 5 Suporter Arema FC di Semarang, Atur Strategi Sejak dari Malang
5 copet yang beraksi pada laga leg pertama semifinal Piala Presiden 2022 di Stadion Jatidiri, Kota Semarang membeberkan modus yang digunakan.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: mamdukh adi priyanto
Saya jual Rp 2 juta," kata dia.
Ia mengaku telah terbiasa mencopet di stadion.
Dirinya melakukan aksinya bersama temannya sekampung.
"Ponsel hasil curian ada yang menerima di Malang," tuturnya.
Baca juga: Copet Beraksi di Kerumunan Warga Berebut Minyak Goreng di Operasi Pasar Ajiibarang, Kusyati Apes
Panpel Jadi Korban
Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Sardo Lumbantoruan mengatakan, ada tiga korban dalam kasus pencopetan tersebut.
Komplotan itu memanfaatkan situasi di saat para supporter hendak masuk ke arena stadion.
"Mereka (komplotan) membagi tugas dimana satu diantara pelaku bertugas mendorong orang-orang yang hendak menonton.
Ada pelaku yang mengeksekusi mengambil ponsel dari saku korban," jelasnya, saat konferensi pers di Mapolrestabes Semarang, Rabu (13/7/2022).
Donny menuturkan setelah pelaku berhasil mencopet, ponsel tersebut dipindah tangankan ke pelaku lainnya.
Pada kasus itu pelaku telah memiliki peran masing-masing.
"Para tersangka disangkakan pasal 363 KUHP pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara," imbuhnya.
Baca juga: Polisi Tangkap Komplotan Copet Lintas Negara, Polisi: Tiap Akhir Pekan Meraka Beraksi di Malaysia
Kanit Resmob Polrestabes Semarang, Iptu Wendi Andranu menambahkan, aksi copet terungkap setelah panitia pelaksana juga menjadi korban.
Saat ponselnya hilang korban langsung naik ke atas tribun untuk memeriksa dan ditemukan tersangka bernama Rengga.
"Kemudian dilakukan pemeriksaan dan diserahkan ke Resmob yang saat itu sedang melakukan pengamanan di luar stadion.
Kemudian diamankan di Polsek Gajahmungkur," tutur dia.(*)