Berita Kesehatan

Kasus Covid Melonjak, IDI Minta Pemerintah Tinjau Ulang Kebijakan Lepas Masker di Luar Ruangan

Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta pemerintah meninjau ulang kebijakan lepas masker di luar ruangan.

Penulis: budi susanto | Editor: rika irawati
Shutterstock
Ilustrasi masker. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia ( IDI) meminta pemerintah meninjau ulang kebijakan lepas masker di luar ruangan.

Permintaan ini disampaikan lantaran terjadinya kenaikan kasus Covid-19.

Bahkan, beberapa pekan terakhir, angka Covid-19 di Indonesia naik signifikan.

Dari 591 kasus per hari, menjadi 930 kasus per hari, kemudian meningkat di angka 1.242 kasus per hari, pada pertengahan Juni.

PB IDI juga mengkuatirkan subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 akan menjadi varian of concern karena mudah menular.

Baca juga: Waspada! Kasus Covid Diperkirakan Meledak Lagi di Pekan Ketiga Juli akibat Subvarian BA.4 dan BA.5

Baca juga: Antisipasi Ledakan Covid Akibat Subvarian Omicron, Pemkot Semarang Gencarkan Vaksinasi Booster

Baca juga: Target Vaksinasi Booster Purbalingga Belum Tercapai, Dinkes: Masyarakat Merasa Covid Sudah Tidak Ada

Baca juga: Banyak Warga Tak Lagi Pakai Masker, Epidemiolog Unsoed Purwokerto Ingatkan Ancaman Lonjakan Covid

Ketua Umum PB IDI dr Adib Khumaidi mengatakan, pandemi Covid-19 di Indonesia belum usai.

"Kementerian Kesehatan juga memperkirakan jumlah kasus akan terus meningkat hingga akhir Juli," ucapnya dalam acara diskusi yang digelar secara hybrid, Selasa (21/6/2022).

Disebutkannya, situasi endemi menunjukkan penyakitnya ada tetapi penularannya terkendali.

"Dalam arti, endemik bukan kondisi bebas penyakit namun lebih ke penularan yang terkendali," paparnya.

Dari data tersebut, Adib meminta kerjasama semua pihak agar tetap berupaya mencegah penularan Covid-19.

"Tenaga medis tidak bisa sendiri dalam hal penanganan ataupun pencegahan jadi butuh peran semua pihak," ucapnya.

Sementara, Ketua Bidang Penanganan Penyakit Menular PB IDI, Agus Dwi Susanto, meminta pemerintah menggenjot vaksinasi booster.

"Kami juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada serta menjalankan protokol kesehatan secara ketat," terangnya. (*)

Baca juga: Dorong Produksi Ikan, DKPP Purbalingga Beri Bantuan Bibit Nila Merah dan Indukan Gurame ke Pokdakan

Baca juga: Bejat! Ayah di Jepara Tega Cabuli Anak Tiri, Ancam Korban saat Istri ke Sawah dan Mengaji

Baca juga: Puluhan Bangkai Domba Ditemukan di Sungai Serang Susukan Kabupaten Semarang, Diduga Mati Akibat PMK

Baca juga: Empat Anggota DPRD Kudus dari Partai Gerindra Dilaporkan ke Badan Kehormatan, Diduga Buntut PAW

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved