Berita Kesehatan

Waspada! Kasus Covid Diperkirakan Meledak Lagi di Pekan Ketiga Juli akibat Subvarian BA.4 dan BA.5

Munculnya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 diduga memicu kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia, akhir-akhir ini.

Editor: rika irawati
Handout /US Food and Drug Administration/AFP
Ilustrasi virus Covid-19. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Munculnya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 diduga memicu kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia, akhir-akhir ini.

Masyarakat pun diminta bersiap untuk menghadapi gelombang baru Covid-19, yang diperkirakan terjadi pekan ketiga hingga keempat Juli.

Dikutip Kontan dari laman setkab.go.id, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, seperti negara lain, Indonesia mengalami kenaikan kasus positif Covid-19 yang dipicu subvarian BA.4 dan BA.5.

Hingga saat ini, Budi menyampaikan, pihaknya terus memonitor perkembangan kasus Covid-19 global dan pola penyebarannya.

"Kami amati di Afrika Selatan sebagai negara pertama yang (varian) BA.4 dan BA.5 masuk, puncaknya itu sepertiga dari puncaknya Omicron atau Delta sebelumnya."

"Jadi, kalau kita, Delta dan Omicron, puncaknya di 60 ribu kasus sehari, kira-kira nanti, estimasi berdasarkan data di Afrika Selatan, mungkin puncaknya kita di 20 ribu per hari," ujarnya, dikutip Jumat (17/6/2022).

Baca juga: Waspada! Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 Sudah Masuk Indonesia, Terdeteksi Awal di Bali

Baca juga: Kasus Covid Meningkat, Presiden Jokowi Minta Acara Musik dan Olahraga Wajib Vaksinasi Booster

Baca juga: Target Vaksinasi Booster Purbalingga Belum Tercapai, Dinkes: Masyarakat Merasa Covid Sudah Tidak Ada

Baca juga: Banyak Warga Tak Lagi Pakai Masker, Epidemiolog Unsoed Purwokerto Ingatkan Ancaman Lonjakan Covid

Dia menambahkan, dengan kasus konfirmasi harian sekitar seribu kasus per hari, Menkes menyampaikan bahwa Indonesia saat ini masih berada pada level 1.

Standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk kasus konfirmasi level 1 adalah maksimal 20 kasus per pekan per 100 ribu penduduk.

"Kalau di-translate untuk penduduk Indonesia sekitar 7.700 per hari. Jadi itu adalah level threshold pertama, di mana level transmisi berdasarkan WHO Indonesia akan naik ke level 2," ujarnya.

Menkes menambahkan, puncak kasus varian BA.4 dan BA.5 diprediksi terjadi pada bulan Juli mendatang.

"(Puncaknya) satu bulan sesudah diidentifikasi, jadi sekitar pekan ketiga sampai keempat Juli, dan kemudian nanti akan turun kembali," tambahnya.

Budi menegaskan, pemerintah akan terus memonitor ketat gelombang varian BA.4 dan BA.5 tersebut.

Menurutnya, satu hal penting yang harus dilihat adalah bahwa fatality rate atau kematian akibat subvarian ini jauh lebih rendah.

"Mungkin, seperduabelas atau sepersepuluh dari Delta dan Omicron," ujarnya. (*)

Artikel ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Dalam Hitungan Minggu, Indonesia Diramal Bakal Alami Puncak Kasus Varian BA.4 & BA.5".

Baca juga: Polisi Periksa 6 Saksi Kasus Ledakan di Kebasen Banyumas, Sebagian Bahan Mercon Dimusnahkan

Baca juga: Ketika ODGJ di RSJD Solo Produksi Makanan dan Olahan Kerajinan, Ganjar: Ini Menarik

Baca juga: Pemprov dan Blibli Luncurkan Lapakjateng.id, Majukan UMKM Jateng

Baca juga: Amankan Beberapa Karung Bukti, Polisi Telurusi Asal Bahan Mercon yang Meledak di Kebasen Banyumas

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved