Berita Demak

Bingung Pilih Hewan Kurban di Tengah Maraknya PMK? Ini Tips dari Peternak Sapi di Demak

Romli Yusuf, peternak sapi di Mranggen Demak, memberikan tips dalam memilih hewan kurban di tengah merebaknya PMK.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Rezanda Akbar D
ILUSTRASI. Petugas Dinas Pertanian dan Pangan Demak mengecek kesehatan dan memberi vitamin ternak sapi milik warga untuk mencegah penularan penyakit mulut dan kuku (PMK), Senin (30/5/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, DEMAK - Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa terkait hewan ternak yang terinfeksi virus penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk hewan kurban.

Dalam fatwanya, MUI mengingatkan beberapa kriteria agar hewan ternak sah sebagai hewan kurban.

Menanggapi itu, Romli Yusuf, peternak sapi di Mranggen Demak, memberikan tips dalam memilih hewan kurban di tengah merebaknya PMK.

Ditemui Senin (13/6/2022), Romli mengakui, merebaknya PMK pada hewan ternak membuat masyarakat cemas dalam memilih hewan untuk kurban.

"Kalau memilih hewan kurban, sebaiknya melihat sifat hewannya, terlebih dahulu. Kalau hewan terlihat banyak diam maka itu yang patut diwaspadai," jelasnya.

Baca juga: Buka Posko dan Gerakan Jogo Ternak Langkah Ganjar untuk Penanganan Penyakit Mulut Kuku PMK

Baca juga: Dokter Hewan di Kabupaten Semarang Ciptakan Obat untuk PMK Ternak, Gunakan Tetes Tebu dan Dedaunan

Baca juga: MUI Banyumas Imbau Warga Jeli Pilih Hewan untuk Kurban Terkait Merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku

Baca juga: Saran Ahli! Ini Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban Iduladha saat Wabah Penyakit Mulut dan Kuku PMK

Selain itu, nafsu makan dari hewan ternak juga perlu diperhatikan.

"Kalau hewannya giras (banyak gerak), terus makannya lahap, itu yang bagus. Berarti, hewan itu sehat," ucap dia.

Terkait kualitas daging kurban, Romli mengungkapkan, daging kurban berkualitas bagus adalah yang sedikit mengandung kadar air.

"Kualitas daging yang bagus itu mengandung sedikit air. Kalau di tempat saya, semua ternak makan hijau-hijauan, tidak ada tambahan makanan, semisal ampas tahu, yang bikin kadar air pada daging jadi banyak," urainya.

Sementara, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Demak, Dyah Purwatiningsih, menjelaskan terkait fatwa MUI.

"Hewan yang terserang PMK dengan gejala ringan, masih sah dijadikan hewan kurban. Akan tetapi, jika sudah pincang dan lepuh di mulut serta kaki, sudah tidak sah dijadikan hewan kurban," tuturnya, beberapa waktu lalu.

Meski tergolong terkena gejala ringan namun untuk bagian jerohan dan kulit hewan qurban, untuk pengolahan, perlu pendampingan petugas.

"Hewan kurban yang terinfeksi PMK, pengolahan jerohan dan kulit wajib di dampingi petugas, ini yang susah," ucapnya.

Untuk amannya, ia menyarankan, petugas penyembelih hewan kurban membuang agar bagian tersebut tak dikonsumsi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved