Berita Purbalingga

Targetkan Kasus TCB Tereliminasi Tahun 2028, Ini Langkah yang Dilakukan Dinkes Purbalingga

Dinas Kesehatan (Dinkes) Purbalingga menargetkan bisa mengeliminasi kasus tuberkulosis (TBC/TB) pada 2028.

Editor: rika irawati

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Purbalingga menargetkan bisa mengeliminasi kasus tuberkulosis (TBC/TB) pada 2028.

Target ini disampaikan dalam rapat koordinasi lintas sektoral program penanggulangan penyakit Tuberkulosis di Aula Gedung PPNI, Jatisaba Purbalingga, Selasa (7/6/2022).

Menurut data dari Dinkes Purbalingga, pada bulan Mei 2022, ditemukan 422 kasus TBC dan sembilan di antaranya menderita TBC Multi Drug Resistant (MDR) atau kebal obat.

Sedangkan tingkat keberhasilan pengobatan yang sudah dilakukan mencapai 87 persen.

Untuk kasus TBC MDR, saat ini, menjadi perhatian khusus pemerintah karena masa penyembuhannya membutuhkan waktu lebih lama.

Baca juga: Apa Perbedaan Batuk TBC dan Biasa? Ini Penjelasan Dokter RSND Undip

Baca juga: Waspada! Anak Batuk Berdahak Lebih dari 2 Pekan Disertai Penurunan Nafsu Makan Bisa Jadi Tanda TBC

Baca juga: Usulkan Raperda tentang BUMDes, DPRD Purbalingga Ingin Desa Lebih Mandiri secara Ekonomi

Baca juga: Tim Gabungan Monitoring Migor Purbalingga Pantau ke Pasar: Stok Aman, Harga Tertinggi Rp 16 Ribu/Kg

Sekretaris Dinas Kesehatan Purbalingga dr Teguh Wibowo mengatakan, saat ini, sudah ada alat tes cepat molekuler (TCM) untuk mendeteksi dini TBC.

Alat tersebut sudah tersedia dua unit di RSUD Goeteng Taroenadibrata, dan masing-masing satu unit di Puskesmas Kaligondang, Mrebet, Karanganyar, dan Kutasari.

"Kami sangat menyadari, masalah kesehatan itu tidak mungkin akan terselesaikan oleh insan kesehatan."

"Sehingga, kami butuh dukungan, butuh gandeng tangan OPD terkait dalam rangka pembangunan kesehatan di Kabupaten Purbalingga pada khususnya," terangnya dalam rilis, Rabu (8/6/2022).

Rapat koordinasi ini juga dihadiri dari Dinkes Provinsi Jateng. Dalamk paparannya, Dinkes Jateng mengungkapkan adanya aplikasi sobattb.id yang bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat dan skrining penderita TBC.

Hal ini untuk menanggulangi masalah utama dalam penanganan kasus TBC, yakni keengganan masyarakat untuk melaporkan kasus TBC.

Di akhir acara, Dinkes Purbalingga memperkenalkan inovasi Gempur Toss TB (Gerakan Membara Purbalingga Temukan Obati Sampai Sembuh TB) untuk melakukan investigasi ke desa, sekolah, dan pondok pesantren di Purbalingga.

Selain itu, Dinkes Purbalingga juga akan menginisiasi desa peduli TB yang saat ini sudah ada di tiga desa. (*)

Baca juga: Harga Cabai di Pasar Wage Purwokerto Banyumas Tembus Rp 90 Ribu/Kg, Pedagang Pastikan Pasokan Lancar

Baca juga: 68 Rumah di Kajen Kabupaten Tegal Rusak akibat Pergerakan Tanah, Pemdes Siapkan Lahan Relokasi

Baca juga: Diselimuti Kabut Tipis, Umat Hindu Gelar Sembahyangan Hari Raya Galungan di Candi Cetho Karanganyar

Baca juga: Bejat! Pelecehan Seksual Dilakukan Guru MI di Pati kepada Muridnya, Modusnya Kumpulkan Tugas

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved