Berita Batang

Presiden Jokowi Jajal Mobil Listrik Hyundai saat Berkunjung ke KIT Batang: Halus, Tidak Ada Suaranya

Presiden Joko Widodo meresmikan pembangunan tahap dua industri baterai mobil listrik terintegrasi di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Rabu.

Penulis: dina indriani | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DOK DISKOMINFO BATANG
Presiden Jokowi memberi sambutan dalam seremoni implementasi rencana tahap dua industri baterai mobil listrik terintegrasi di KIT Batang, Rabu (8/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pembangunan tahap dua industri baterai mobil listrik terintegrasi di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Rabu (8/6/2022).

Dalam perjalanan menuju KIT Batang, Jokowi yang didampingi ibu negara Iriana Joko Widodo, bersama rombongan, mengendarai mobil listrik.

Presiden dan rombongan berganti mobil setelah keluar gerbang tol Gringsing.

Mereka kemudian menaiki kendaraan bertenaga listrik meninjau proyek KCC Glass di KIT Batang.

"Tadi, saya nyoba mobil listriknya Genesis dari Hyundai. Saya kira (rasakan) halus, enggak ada suaranya," tutur Presiden Jokowi dalam rilis yang diterima.

Baca juga: Syukuran Hasil Bumi Perhutanan Sosial Hari Ini di Batang, Dihadiri Presiden Jokowi

Baca juga: DFSK Buka Pemesanan Perdana Mobil Listrik Gelora E, Minibus atau Blind Van, Segini Harganya

Baca juga: Berminat Pakai Mobil Listrik? Ini Daftar Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum di Indonesia

Menurut Jokowi, kehadiran kendaraan listrik merupakan bagian dari upaya pemerintah yang ingin membangun sebuah ekosistem besar.

Karenanya, butuh ekosistem yang mencakup dari hulu sampai ke hilir.

"Mulai dari penambangan nikel, kemudian smelternya, refinery-nya, kemudian pembangunan industri katoda dan prekursornya, kemudian masuk ke litium baterai, EV baterainya, baterai listriknya, kemudian mobilnya."

"Setelah mobilnya, juga masih ada lagi tambahan, yaitu recycle baterai listriknya sehingga ini betul-betul dari hulu ke hilir, semuanya dalam sebuah ekosistem besar yang ingin kita kerjakan," jelasnya.

Meski saat ini, mobil listrik masih terbilang cukup mahal bagi masyarakat umum, Presiden Jokowi meyakini, ke depan, harga mobil listrik akan semakin terjangkau seiring berkembangnya teknologi.

Apalagi, jika mobilnya, dari hulu sampai ke hilir, dibangun di Indonesia.

"Untuk pertama, seperti itu karena memang harga hampir 50 persen harga dari mobil itu memang cost-nya ada di baterainya. Sehingga, kalau nanti ketemu teknologi terbaru, harga baterainya akan makin murah, makin murah, makin murah."

"Apalagi, dibangun di Indonesia, di tempat di mana nikelnya itu ada, kobaltnya ada, sehingga semuanya dikerjakan dari hulu sampai hilir."

"Itu akan bisa menekan cost yang paling murah sehingga kompetitif. Saya kira, ini masalah teknologi saja," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved