Berita Semarang
Terlambat Dibayar, Operator BRT Trans Semarang Rute Cangkringan-Stasiun Tawang Mandek Beroperasi
Operator Korido 4 BRT Trans Semarang rute Terminal Cangkringan-Stasiun Semarang Tawang mande pelayanan.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Operator Korido 4 BRT Trans Semarang rute Terminal Cangkringan-Stasiun Semarang Tawang mande pelayanan.
Berhentinya pelayanan ini dipicu keterlambatan pembayaran dari BLU BRT Trans Semarang selaku pemilik rute.
Direktur Utama PT Matrasemar, selaku Operator Koridor 4 BRT Trans Semarang, Maryanto mengungkapkan, pihaknya berhenti melayani koridor 4 per 22 April 2022.
Terkait hal ini, pihaknya pun telah melayangkan surat pemberitahuan kepada BLU Trans Semarang dan Pemkot Semarang pada 23 April.
"Kami mohon maaf kepada masyarakat dan pemangku kebijakan, dalam hal ini Pak Wali Kota dan BLU. Mulai Desember sampai Mei, kami selesaikan kewajiban kami dengan baik," ucap Maryanto, Jumat (20/5/2022).
Baca juga: Berlaku Setiap Selasa, Naik BRT Trans Semarang Boleh Bayar Pakai Botol Air Mineral. Begini Caranya
Baca juga: Ini Tarif Khusus BRT Trans Semarang: Penyandang Disabilitas Cuma Rp 1.000
Baca juga: Mengaku Tunanetra Padahal Tidak, Dua Peserta UTBK SBMPTN Undip Semarang Didiskualifikasi
Baca juga: Ingin Melerai, Warga Tambak Rejo Semarang Tertembak Senjata Anggota Polda Jateng yang Berkelahi
Menurut Maryanto, BLU selaku pemilik trayek, terlambat membayar operator sekitar dua hingga tiga bulan.
Kondisi ini mempengaruhi ketidakseimbangan cash flow atau arus kas perusahaan.
"Maka, unit (bus) ada (yang) diambil investor. Diambilnya semua unit armada mempengaruhi tidak bisa beroperasi," terangnya.
Dia menduga, keterlambatan pembayaran terjadi karena kendala administratif.
Nantinya, jika pihaknya kembali diberi kesempatan mengoperasikan Trans Semarang, Maryanto berkomitmen melaksanakan kewajiban secara baik.
Namun, jika tidak dan pengoperasian koridor 4 dilelangkan, dia berharap para pramudi dan karyawan lain yang sebelumnya bekerja di koridor 4 bisa diakomodir.
Apalagi, mayoritas pekerja tersebut merupakan warga Semarang.
Saat ini, pelayanan koridor 4 dilakukan hanya menggunakan armada milik BLU Trans Semarang.
Karena jumlah armada terbatas, hal ini berpenguh pada interval pelayanan yang lebih lama.
Tentu saja, kondisi ini dikeluhkan warga.
Baca juga: Dinkes Cilacap Ajak Warga Rajin Cuci Tangan untuk Cegah Hepatitis Akut Misterius
Baca juga: Oleng, Toyota Calya Dihantam Truk dan Sedan di Kemranjen Banyumas. Satu Penumpang Tewas
Baca juga: Buka Kompetisi Batu Akik Klawing, Bupati Purbalingga Berharap Kegiatan Bisa Jadi Agenda Tahunan
Baca juga: Dijerat Pasal Gratifikasi, Bupati Nonaktif Banjarnegara Budhi Sarwono Dituntut 12 Tahun Penjara