Berita Nasional

Hore! Tes PCR dan Antigen Tak Lagi Jadi Syarat Perjalanan di Dalam dan Luar Negeri

Pemerintah melonggarkan kebijakan perjalanan menggunakan transportasi umum, baik di dalam maupun ke luar negeri.

Editor: rika irawati
ISTIMEWA/DOK HUMAS PT KAI DAOP 5 PURWOKERTO
ILUSTRASI. Calon penumpang melakukan check in sebelum menaiki kereta di Stasiun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin (16/5/2022). Pemerintah kini tak lagi mensyaratkan hasil tes antigen atau PCR untuk pelaku perjalanan, baik dalam maupun luar negeri. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Pemerintah melonggarkan kebijakan perjalanan menggunakan transportasi umum, baik di dalam maupun ke luar negeri.

Para pelaku perjalanan pun kini tak perlu lagi menunjukkan hasil negatif tes Covid-19, baik tes rapid antigen atau PCR.

Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo, dalam tayangan Youtube Srektariat Presiden, Selasa (17/5/2022).

Namun, kebijakan ini hanya berlaku bagi pelaku perjalanan yang sudah mendapat vaksinasi Covid-19 lengkap atau 2 dosis.

"Bagi pelaku perjalanan dalam negeri dan luar negeri yang sudah mendapatkan dosis vaksinasi lengkap maka sudah tidak perlu lagi untuk melakukan tes swab PCR maupun antigen," kata Jokowi.

Baca juga: Mulai Hari Ini, Beraktivitas di Luar Ruangan Boleh Tak Pakai Masker. Namun, Hanya untuk yang Sehat

Baca juga: Naik Kereta Api Jarak Jauh Kini Tak Perlu Tes PCR atau Antigen, Ini Syarat Lengkapnya

Sebelumnya, hasil negatif tes RT-PCR atau antigen menjadi syarat bepergian pelaku perjalanan dalam dan luar negeri.

Hanya warga yang sudah mendapat vaksinasi booster atau tiga dosis yang bebas dari persyaratan tersebut.

Selain mengendurkan syarat perjalanan, presiden juga mengumumkan pelonggaran pemakaian masker.

Masyarakat boleh tidak menggunakan masker jika sedang beraktivitas di luar ruangan atau di area terbuka, yang tidak padat orang.

Namun, untuk kegiatan di ruangan tertutup dan transportasi publik, wajib untuk tetap memakai masker.

Kemudian, bagi warga usia lanjut maupun yang memiliki penyakit bawaan, disarankan tetap tertib memakai masker.

Tak hanya itu, kata Jokowi, masker juga hendaknya tetap digunakan warga yang sedang batuk dan pilek.

"Demikian juga bagi masyarakat yang mengalami gejala batuk dan pilek maka tetap harus menggunakan masker ketika melakukan aktivitas," ujarnya.

Jokowi mengatakan, kebijakan ini diberlakukan setelah memantau perkembangan situasi Covid-19 di Indonesia yang semakin membaik.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Berita Terkait :#Berita Nasional
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved