Berita Solo
Kasus Keracunan Massal di Solo dan Karanganyar: Polisi Periksa Pembuat Nasi Kotak untuk Buka Bersama
Polisi turun tangan menangani kasus keracunan massal di Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Solo, dan di Gondangrejo, Karanganyar.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Polisi turun tangan menangani kasus keracunan massal di Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Solo, dan di Gondangrejo, Karanganyar.
Selain memeriksa sampel makanan, polisi juga memeriksa pembuat nasi boks yang diduga memicu keracunan tersebut.
Nasi boks untuk berbuka puasa itu dibuat warga yang masih jemaah Masjid At-Tiin.
Nasi boks tersebut berisi ayam bakar, lalapan, buah semangka, dan teh hangat.
Baca juga: 45 Warga Pucangsawit Solo Dilarikan ke Rumah Sakit, Diduga Keracunan Makanan setelah Buka Bersama
Baca juga: Jumlah Warga Keracunan Makanan di Jebres Solo Meluas, 17 Warga Karanganyar Jalani Rawat Jalan
Baca juga: Korban Keracunan Makanan di Jebres Solo Tercatat 90 Warga, 60 Orang Jalani Rawat Jalan
Baca juga: Polisi Periksa Sampel Makanan Diduga Pemicu Keracunan Warga Pucangsawit Solo, Korban Tewas 1 Orang
Hal itu disampaikan Sekretaris RT 01 RW 01 Pucangsawit, Sumarno.
"Makanan itu yang membuat salah satu jemaah masjid At-Tiin," terang dia, dikutip dari TribunSolo.com, Selasa (3/5/2022).
"Dia masih warga satu RT sini (RT 01)," tambahnya.
Pembuat nasi boks tersebut kini sudah dibawa ke Polsek Jebres untuk dimintai keterangan.
"Yang membuat makan sudah dimintai keterangan di Polsek Jebres," ujarnya.
Diduga Ayam Sudah Basi
Kasus keracunan massal ini juga membuat Dinas Kesehatan Kota Solo turun ke lapangan menangani korban.
Mereka telah mengambil sampel makanan yang diduga menjadi pemicu keracunan massal tersebut, Minggu (1/5/2022).
"Sampel setahu saya yang dibawa hanya ayamnya," ucapnya Sumarno.
Terlebih, Sumarno menerangkan, beberapa warga mendapati ayam bakar yang disajikan diduga sudah basi.
"Kemarin, ada beberapa cuitan warga mengatakan, saat mau makan, (lihat) ayamnya sudah tidak layak dimakan," terang Sumarno.
"Katanya, sudah tidak segar, lembek, berkeringat, sudah basi. Tapi, sama warga nekat (dimakan), akhirnya terkapar sakit," tambahnya.
"Waktu buka bersama kemarin itu menyajikan teh hangat sama nasi boks yang berisi nasi putih, ayam bakar, sama buah semangka," jelas Sumarno.
Nasi boks itu dibagikan ke hampir 100 warga yang hadir dalam acara buka bersama tersebut.
Meski demikian, masih ada beberapa kotak nasi yang tersisa dan kemudian dibagikan ke warga.
Warga kemudian menyantap makanan itu.
Baca juga: Cuaca Cilacap Hari Ini, Selasa 3 Mei 2022: Hujan Diperkirakan Terjadi Mulai Siang
Baca juga: Jumlah Pemudik Tahun Ini di Luar Prediksi, Polisi Pun Harus Lakukan One Way Lokal
Baca juga: Eks Narapidana Terorisme Jadi Warga Pertama yang Disapa Ganjar saat Open House Virtual
Baca juga: Objek Wisata Baru di Guci Tegal: Jembatan Kaca Baron Hill, Simak Tarif dan Aturannya!
Beberapa di antara mereka kemudian mengalami gejala keracunan mulai Minggu (1/5/2022) dini hari.
Para pengurus RT dan RW kemudian berkoordinasi di grup WhatsApp dan ditemukan ada banyak warga yang mengalami gejala keracunan. Kurang lebih, ada 90 warga.
"Pengurus RT dan RW kemudian mendatangi Solo Peduli untuk memint bantuan dan stand by," ujar Sumarno.
"Kami kemudian meminta warga yang mengalami sakit datang ke Solo Peduli untuk diperiksa. Warga datang berbondong-bondong untuk diperiksa,".
"Ada yang membaik, ada yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan dan harus dirujuk untuk menjalani opname," tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, keracunan massal terjadi di Pucangsawit, Solo; dan Gondangrejo, Karanganyar.
Mereka mengalami gejala keracunan setelah menyantap nasi boks buka puasa dari masjid di Pucangsawit.
Warga mengalami gejala pusing, mual, muntah, hingga diare, mulai Minggu dini hari.
Hingga Senin (2/5/2022), warga masih bertumbangan dan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Di Pucangsawit, terdata ada 90 warga mengalami keracunan makanan dan satu orang tewas. Sementara, di Gondangrejo, ada 17 warga yang dilaporkan mengalami keracunan makanan. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Nasib Pembuat Nasi Box yang Memicu Keracunan Massal di Pucangsawit Solo, Diperiksa Polisi.