Berita Semarang
Fakta Baru Kasus Penusukan ABG di Tembalang Semarang: Korban Tolak Jual Ponsel Curian
Fakta baru terkait kasus penusukan seorang anak baru gede atau ABG di Tembalang, Kota Semarang terungkap.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: mamdukh adi priyanto
Tujuh saksi tersebut masih dilakukan pemeriksaan mendalam untuk menentukan titik terang dalang pembunuhan ABG siswa SMP yang menolak jual ponsel curian.
Diberitakan Sebelumnya, momen lebaran yang sewajarnya diwarnai kegembiraan tak berlaku bagi remaja bernama Zico Andriani Zedan (15).
Remaja asal Demak tersebut tewas bersimbah darah akibat luka tusukan di paha kiri.
Baca juga: Polisi Urunan Bantu Indra Agar Bisa Pulang Kampung ke Banyumas, Pemudik dari Bali Kecopetan!
Korban ditusuk oleh seseorang di depan kios pulsa, Jalan Kedungmundu Raya, Tembalang, Kota Semarang, Senin (2/5/2022) sekira pukul 05.30 WIB.
Tampak di lokasi kejadian masih terdapat ceceran darah korban.
"Adik saya sempat diajak nongkrong di lokasi kejadian oleh teman-temannya.
Habis itu saya dengar adik saya ditusuk lalu saya keluar kamar kos," ujar kakak korban Nanda (17).
Baca juga: 400 Ribu Kendaraan Masuk ke Jateng Via Tol Pejagan-Pemalang selama Arus Mudik
Usai kejadian penusukan dan dugaan penggeroyokan tersebut, korban memang sempat melarikan diri ke kamar kosnya di Jalan Karanggawang, RT 14 RW 14,Tandang, Tembalang.
Ketika menyelamatkan diri korban dalam kondisi darah bercucuran.
Setiba di kos, korban kemudian dibawa lari ke rumah sakit Wongsonegoro atau RS Ketileng Semarang karena mendapatkan sejumlah luka tusukan yang cukup parah di bagian kaki.
Korban dibawa ke rumah sakit mengendari motor bonceng tiga.
Nahas, nyawa korban tak tertolong dalam perawatan medis.
"Adik kehabisan darah, mau dimakamkan di TPU Sedayu Genuk," beber Nanda.
Baca juga: 400 Ribu Kendaraan Masuk ke Jateng Via Tol Pejagan-Pemalang selama Arus Mudik
Terpisah, Kapolsek Tembalang, Kompol Arsadi mengungkapkan korban berinisial ZAZ (15) merupakan penduduk Pondok Raden Patah tahap II, Sayung, Kabupaten Demak.
Dari keterangan para saksi korban sebelumnya tak sadarkan diri dan sesampainya di rumah sakit dinyatakan meninggal dunia.