Berita Sragen

Viral! Telanjur Dirobohkan, Masjid di Sumberlawang Sragen Tak Kunjung Dibangun Donatur

Kabar pembangunan Masjid Al Fatah Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, mangkrak karena terkendala dana, viral di media sosial.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/KHOIRUL MUZAKI
Pembangunan Masjid Al Fatah di Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, terhenti, Selasa (5/4/2022). Proyek itu berhenti dua bulan setelah donatur yang menyanggupi membiayai pembangunan masjid terlilit masalah keuangan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SRAGEN - Kabar pembangunan Masjid Al Fatah Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, mangkrak karena terkendala dana, viral di media sosial.

Masjid tersebut telanjur dirobohkan untuk dibangun ulang setelah seorang donatur menyanggupi mengucurkan dana.

Tapi, dalam perjalanannya, sampai kurang lebih dua bulan, pembangunan mandeg karena sang donatur tak lagi mengirim uang.

Belakangan, donatur yang merupakan pengusaha tersebut menghubungi panitia untuk meminta maaf dan berdalih sedang terlilit masalah keuangan.

Kabar ini pun dibenarkan ustaz Muhamad Soleh, tokoh agama sekaligus pengampu masjid.

Baca juga: Bos Perusahaan Manufaktur Lempar Pujian ke Ganjar saat Peresmian Pabrik Baru di Sragen

Baca juga: Nahas, Petugas RAPI Tewas Terjatuh dari Tower Radio 18 Meter saat Perbaiki Antena di Plupuh Sragen

Baca juga: Usai Cairkan BPNT, Warga Sragen Disuntik Vaksin Booster Covid

Baca juga: Tertimpa Kandang Ayam, Bocah 9 Tahun asal Sragen Meninggal Dunia

Soleh mengatakan, kejadian ini berawal saat pihaknya berniat merenovasi masjid karena pada beberapa bagian bangunan rusak, terutama di kuda-kuda, blandar, dan atap.

Namun, meski telah diperbaiki, masjid itu kembali rusak karena kondisinya yang sudah lapuk.

Hingga, seorang donatur menjanjikan membiayai pembangunan masjid. Masjid pun disarankan untuk dibongkar agar bisa dibangun ulang.

Janji ini membuat panitia renovasi masjid akhirnya merobohkan bangunan, Februari 2022.

"Donatur sudah sempat transfer Rp 10 juta untuk pembangunan di awal dulu," jelas Soleh, Selasa (5/4/2022).

Tapi, dalam perjalanannya, pembangunannya terhambat karena keuangan tak lancar.

Ini karena tak ada lagi transferan dari donatur tersebut.

Panitia sempat pusing mencari donasi hingga menyebar proposal. Tapi, usaha itu pun kurang membuahkan hasil.

Namun, setelah video dan ceirta itu viral, donatur yang sempat tak berkomunikasi lama, kembali menghubungi panitia.

"Alhamdulillah, setelah ramai kemarin, donatur sudah menghubungi lagi," kata dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved