Berita Kudus
Polytron Perkenalkan Motor Listrik Evo: Dijual Rp 28 Juta, Punya Kecepatan hingga 60 Km/Jam
Perusahaan manufaktur elektronik Polytron Kudus mengembangkan sayap memproduksi motor listrik.
TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Perusahaan manufaktur elektronik Polytron Kudus mengembangkan sayap memproduksi motor listrik.
Motor listrik yang diberi nama Polytron Evo itu mulai dikenalkan kepada masyarakat dan bisa diperoleh di showroom setempat.
Polytron mengedukasi masyarakat dengan mendirikan satu-satunya showroom motor listriknya di Indonesia, di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Panjunan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.
Showroom Officer Polytron, Iwan Ariyanto menyampaikan, produksi motor listrik ini merupakan jawaban Polytron atas tantangan teknologi masa depan bebas emisi.
Lewat produknya, Polytron Evo Electric diharapkan mampu memenuhi kebutuhan berkendara yang ramah lingkungan.
"Peminatnya cukup banyak, apalagi, saat ini, sudah terjual sampai puluhan unit," jelas dia, Jumat (1/4/2022).
Baca juga: Ganjar Kembali Pamerkan Motor Listrik Terbaru Buatan Jateng, Disebut Free Maintenance
Baca juga: Suami Anggota DPRD Kudus Dikeroyok setelah Ingatkan agar Tak Ada Mobilisasi Warga di Pilkades
Baca juga: Rugi Rp 2,5 Miliar di Binomo, Remaja di Kudus Laporkan Crazy Rich Indra Kenz ke Polda Jateng
Baca juga: Produsen Kerupuk di Kudus Makin Babak Belur. Setelah Minyak Goreng, Kini Harga Tepung Tapioka Naik
Menariknya, motor listrik itu menawarkan beragam fitur, di antaranya bluetooth speaker yang tertanam di dalam motor.
Sehingga, pengendara bisa mendengarkan lantunan musik dari ponsel setelah dihubungkan dengan koneksi bluetooth.
"Fiturnya ada bluetooth jadi bisa mendengarkan musik dari ponsel," ucapnya.
Motor yang memiliki baterai jenis lithium itu bisa melaju sampai lebih dari 100 kilometer dengan kecepatan 30 kilometer per jam.
Sedangkan untuk penggunaan mode kecepatan 2 dan 3, kecepatannya bisa sampai 60 kilometer per jam.
"Namun, karena kecepatan tinggi, membutuhkan energi tinggi pula, jarak tempuhnya hanya sampai 60-70 kilometer," ujar dia.
Motor listrik tersebut memiliki tiga mode kecepatan yang berbeda, menyesuaikan kebutuhan pengendara.
Karena, kecepatannya terbatas pada 60 kilometer per jam, banyak orangtua justru berminat membeli untuk buah hati mereka.
"Orangtua tidak akan khawatir anaknya ikut balapan karena motornya tidak bisa (melaju) kencang," ucapnya.