Berita Kudus

Produsen Kerupuk di Kudus Makin Babak Belur. Setelah Minyak Goreng, Kini Harga Tepung Tapioka Naik

Produsen kerupuk di Kudus makin babak belur. Setelah kesulitan mencari minyak goreng curah kini mereka dihadapkan pada kenaikan harga tepung tapioka.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RIFQI GOZALI
Seorang pekerja tengah menjemur kerupuk di tempat produksi di RT 03 RW 02 Lemahgeneng, Desa Krandon, Kecamatan Kota Kudus, Kudus, Kamis (24/3/2022). Produsen kerupuk makin babak belur setelah kesulitan mencari minyak goreng kini harus menghadapi kenyataan kenaikan harga tepung tapioka. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Produsen kerupuk di Kudus makin babak belur. Setelah kesulitan mencari minyak goreng curah yang langka, saat ini, mereka harus kembali menelan pil pahit karena harga tepung tapioka sebagai bahan produksi kerupuk juga melonjak.

Seperti yang diungkapkan Ahmad Riyadi (41), produsen kerupuk di RT 03 RW 02 Lemahgeneng, Desa Krandon, Kecamatan, Kota Kudus.

Bahkan, Riyadi mengatakan, dirinya sempat meliburkan empat pekerjanya karena tak ada minyak untuk menggoreng kerupuk.

"Pernah berhenti (produksi) nunggu minyak ada," kata Riyadi saat ditemui di tempat usahanya, Kamis (24/3/2022).

Baca juga: Pedagang Kerupuk di Kudus Kelimpungan, Minyak Goreng Curah Menghilang dari Pasaran

Baca juga: Pasokan Tak Lancar, Agen Minyak Goreng Curah di Kudus Batasi Pembelian 5 Kg untuk Konsumen Baru

Baca juga: Sudarmani Akhirnya Mau Terima Vaksinasi Covid karena Dapat Minyak Goreng di Jekulo Kudus

Baca juga: Kasus TBC Melonjak Dua Tahun Terakhir, Dinkes Kudus Mulai Libatkan Klinik Swasta Lakukan Penanganan

Kini, stok minyak goreng yang tersisa di dapurnya tinggal lima jeriken.

Masing-masing jeriken berkapasitas sekitar 28 kilogram.

Stok sebanyak itu hanya mampu untuk memproduksi hari ini dan hari esok.

Untuk hari berikutnya, Agus belum tahu apakah dia akan kembali mendapatkan minyak goreng.

"Kalau tidak ada minyak, libur, nunggu minyak ada," kata dia.

Rata-rata, dalam sehari, produksi kerupuk di tempat Riyadi menghabiskan minyak goreng sampai satu kuintal.

Dengan minyak sebanyak itu, Riyadi mampu memproduksi kerupuk terung matang sebanyak satu kuintal.

Sedianya, Riyadi tidak masalah kalau membeli minyak goreng curah dengan harga Rp 18.000 per kilogram asal mudah mendapatkannya.

Persoalannya, saat ini, dengan harga segitu, Riyadi tak pasti mendapatkan.

"Jadi, minyak naik sejak dua bulan, paling parah dua pekan terakhir," kata dia.

Usahanya pun makin bergejolak lantaran harga tepung tapioka ikut naik menjadi Rp 950 ribu per kuintal.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved