Berita Kudus

Kasus TBC Melonjak Dua Tahun Terakhir, Dinkes Kudus Mulai Libatkan Klinik Swasta Lakukan Penanganan

Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus fokus dan makin serius menangani kasus tuberkulosis atau TBC.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RIFQI GOZALI
Pelaksanaan koordinasi tim public private mix penguatan layanan TBC di Hotel Hom Kudus, Rabu (23/3/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus fokus dan makin serius menangani kasus tuberkulosis atau TBC.

Dari data yang ada, kasus TBC di Kudus, dua tahun terakhir, mengalami tren peningkatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kudus Darsono mengatakan, pihaknya menggalang kekuatan kolektif dari beberapa fasilitas kesehatan untuk mengatasi masalah TBC.

Di antaranya, melibatkan puskesmas dan beberapa klinik swasta agar upaya penanganan dan pencegahan bisa maksimal.

"Kami berkoordinasi dengan masing-masing puskesmas, klinik swasta, ada lima klinik, juga mau ada kesepakatan dengan layanan TBC," kata Darsono di sela-sela koordinasi tim public private mix penguatan layanan TBC, di Hotel Hom Kudus, Rabu (23/3/2022).

Baca juga: Pedagang Kerupuk di Kudus Kelimpungan, Minyak Goreng Curah Menghilang dari Pasaran

Baca juga: Bupati Kudus Berharap Minyak Goreng Tak Lagi Langka setelah Harga Dikembalikan ke Mekanisme Pasar

Baca juga: Bus Persiku Rusak Dilempar Batu, Pemkab Kudus Minta Manajemen Bertanggung Jawab: Itu Aset Pemerintah

Baca juga: Kondisi Kudus Citywalk Memprihatinkan: Lampu Menjuntai, Banyak Coretan, dan Tegel Lantai Lepas

Dengan adanya penguatan tersebut, kata dia, layanan dan upaya pencegahan bisa dilakukan secara integral.

Kemudian, membangun rasa tanggung jawab bersama dalam menghadapi kasus TBC di Kudus.

"Ini juga sekaligus dari rangkaian peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2022," kata dia.

Menurut Darsono, dari data yang dihimpun Dinkes, pada 2020 di Kudus, terdapat total kasus terduga TBC sebanyak 4.157 kasus.

Jumlah ini terdiri atas kasus terduga tuberkulosis sensitif obat (TB SO) atau masih sensitif terhadap obat anti-TBC sebanyak 3.978 kasus dan tiberkulosis resistan obat (TB RO) atau kuman penyebab TBC kebal terhadap obat anti-TB sebanyak 179 kasus.

Kemudian, pada 2021, jumlah kasus terduga TBC melonjak menjadi 4.208 kasus.

Jumlah itu terdiri atas kasus TB SO sebanyak 3.786 kasus dan TB RO sebanyak 422 kasus.

Pada 2022 ini, pada Januari, sudah ada 500 kasus terdiri atas 456 TB SO dan 44 TB RO.

Disusul, bulan Februari, terdapat 370 kasus, terdiri atas 351 TB SO dan 19 TB RO.

Kemudian, pada Maret ini, telah tercatat 307 kasus terdiri atas 278 TB SO dan 29 TB SO.

Baca juga: Warga Trangkil Pati Resah Wacana Pembangunan Pabrik, DPRD Pertanyakan Perubahan Lahan Hijau Jadi KPI

Baca juga: Mulai Merangkak Naik, Harga Daging Sapi di Pasar Lebaksiu Kabupaten Tegal Tembus Rp 125 Ribu/Kg

Baca juga: 32,8 Ribu Ton Gandum asal Australia Masuk Lewat Pelabuhan Cilacap, Langsung Dicek Petugas Karantina

Baca juga: Bupati Banyumas Tebar 22.500 Ikan Nila di Taman Mas Kemambang, Destinasi Baru Wisata Kota Purwokerto

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved