Berita Kudus
Produsen Kerupuk di Kudus Makin Babak Belur. Setelah Minyak Goreng, Kini Harga Tepung Tapioka Naik
Produsen kerupuk di Kudus makin babak belur. Setelah kesulitan mencari minyak goreng curah kini mereka dihadapkan pada kenaikan harga tepung tapioka.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rika irawati
Padahal, harga sebelumnya, di angka Rp 600 ribu per kuintal.
"Kenaikan harga tapioka terjadi sejak empat bulan yang lalu. Naik sedikit-sedikit tapi terus," kata dia.
Hantaman ini membuat Riyadi memilih mengecilkan ukuran kerupuk.
Baca juga: Dua Perampok Satroni Minimarket di Jalan Pantura Kendal, Siram Bensin dan Gasak Uang Rp 10 Juta
Baca juga: Banjir Cilacap Mulai Surut, BPBD dan Dinkes Beri Layanan Cegah Penyakit Menular dan Psikologi
Baca juga: Polres Purbalingga Bagikan BLT Kepada 6000 PKL dan Nelayan, Setiap Orang Terima Rp 600 Ribu
Baca juga: Pergerakan Tanah di Asinan Banjarnegara Rusak Rumah dan Jalan Desa, Sekeluarga Mengungsi
Dia juga menaikkan harga kerupuk terung buatannya. Dalam satu kemasan kerupuk berisi 600 biji, yang semula dijual Rp 62 ribu, kini dihargai Rp 65 ribu.
Dia tidak kuat hati kalau harus menaikkan terlampau tinggi.
Prinsipnya, usahanya tetap berjalan. Empat pekerjanya masih bisa mendapat penghasilan dari usaha Riyadi tersebut.
Melihat situasi yang tidak akrab bagi pelaku usaha kerupuk, Riyadi tidak bisa berbuat banyak selain harus tetap berusaha mempertahankan bisnis kecilnya.
Harapan yang saat ini masih tersisa dia tumpahkan pada pemerintah.
"Mudah-mudahan, (pemerintah) dapat menstabilkan harga minyak goreng dan tepung tapioka. Biar lancar tidak tersendat," katanya. (*)