Berita Cilacap

Diguyur Hujan Deras, Dua Desa di Cilacap Terendam Banjir Lagi

Belum genap sebulan, banjir kembali melanda wilayah Cilacap. Kamis (31/3/2022) malam, banjir merendam permukiman di dua desa di Kecamatan Majenang.

Editor: rika irawati
tribunbanyumas/pingky
ILUSTRASI. Jalan raya Kroya-Kebumen di Nusawungu Cilacap yang masih terendam banjir pada Selasa (22/3/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Belum genap sebulan, banjir kembali melanda wilayah Cilacap. Kamis (31/3/2022) malam, banjir merendam permukiman di dua desa setelah beberapa jam diguyur hujan deras.

Kedua desa tersebut adalah Cilopadang, Kecamatan Majenang, dan Desa Rejodadi, Kecamatan Majenang.

"Area persawahan dan permukiman warga tergenang," kata Analis Kebencanaan Ahli Muda Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Gatot Arif Widodo, dikutip dari Kompas.com, Jumat (1/4/2022).

Baca juga: Stasiun Gumilar Cilacap Kembali Layani Naik Turun Penumpang, Tak Layani Pembeli Tiket KA Langsung

Baca juga: Beri Makan Ayam, Wanita di Cilacap Rasakan Pukulan dari Belakang. Saat Sadar, Kalung dan Gelang Raib

Baca juga: Awas! Uang Palsu Di Cilacap Makin Marak Jelang Ramadan, Polisi Bekuk 4 Pengedar

Baca juga: Partisipasi Warga di Pilkades Serentak Cilacap Tak Bisa 100 Persen, Ini Alasannya

Hingga Jumat siang, belum diketahui jumlah rumah yang terdampak.

Menurut Gatot, petugas BPBD masih melakukan pendataan di lapangan.

Namun, Gatot memastikan, tidak ada korban dalam peristiwa itu.

Gatot menjelaskan, banjir mulai menggenangi permukiman warga sekitar pukul 18.30 WIB akibat luapan dari Sungai Cilumuh.

"Hujan deras mulai pukul 15.30 WIB hingga 19.30 WIB, menyebabkan debit air Sungai Cilumuh tinggi akibat kiriman hujan dari desa-desa di Kecamatan Cimanggu," ujar Gatot.

Gatot mengatakan, Jumat pagi, banjir yang menggenangi permukiman warga mulai surut.

"Sudah surut dan sedang pembersihan lingkungan," kata Gatot. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sungai Meluap, 2 Desa di Cilacap Terendam Banjir".

Baca juga: Brebes Catat 14 Kasus Kematian Ibu dalam 3 Bulan, Tempati Urutan Ke-5 di Jawa Tengah

Baca juga: Ternyata Karena Ini Marukawa Tinggalkan Persebaya Surabaya dan Pilih Gabung PSIS Semarang

Baca juga: Satgas Minyak Banyumas Mulai Bekerja, Tegur Jika Pedagang Jual Minyak Curah Lebih dari Rp 15.500/Kg

Baca juga: Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadan Digelar Sore Ini. Pantauan Hilal di Jateng Dilakukan di 12 Titik

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved