Berita Banyumas
MUI Banyumas Persilakan Warga Gelar Tarawih Berjemaah, Tetap Harus Pakai Masker dan Cuci Tangan
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyumas mempersilakan warga menyelenggarakan salat tarawih berjemaah di masjid dan musala.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyumas mempersilakan warga menyelenggarakan salat tarawih berjemaah di masjid dan musala.
Namun, warga tetap diminta menerapkan protokol kesehatan, terutama memakai masker dan mencuci tangan sebelum salat.
Hal itu disampaikan Ketua MUI Banyumas KH Taefur Arafat, Senin (28/3/2022).
"Jadi, memang, saat ini, tak dimungkiri, kasus Covid-19 sudah melandai dan pemerintah sudah memberi kelonggaran," katanya.
Baca juga: Masjid Agung Nur Sulaiman, Bukti Sejarah Pusat Pemerintahan Banyumas Sebelum Pindah ke Purwokerto
Baca juga: Ini Dia Imbauan Ketua MUI Banyumas Kepada Para Takmir Masjid Menyikapi Pandemi Covid-19
Baca juga: Peken Banyumas Kedua Sukses Digelar. Upaya Menghidupkan Kota Lama Banyumas Ini Akan Digelar Rutin
Baca juga: Suka Masakan Tradisional di Tengah Suasana Alami? Warung Jegangan Banyumas Bisa Jadi Pilihan
Taefur menambahkan, salat tarawih bisa dilakukan di tempat ibadah, baik di masjid atau musala.
Dengan catatan, tidak boleh meninggalkan prokes.
"Jadi, saya setuju saja. Namun, prokes tetap dilaksanakan," imbuhnya.
Dia menegaskan, prokes yang dimaksud adalah tetap memakai masker dan mencuci tangan sebelum salat berjemaah.
"Soal jaga jarak salat, agak mepet tidak apa-apa, tapi jangan mepet banget," terangnya.
Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kabupaten untuk sama-sama memonitor menjelang Ramadan.
Terkait kebijakan ini, Taefur segera mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada masyarakat, setelah dikomunikasikan dengan Satgas Penanganan Covid-19.
"Intinya adalah prokes tetap dijaga. Ikuti aturan yang ada," jelasnya. (Tribunbanyumas/jti)
Baca juga: Maling Bobol Minimarket di Jalan Tembus Patebon Kendal, Gasak Uang Rp 60 Juta, Susu, dan Rokok
Baca juga: Jarang yang Tahu! Watak Orang Tegal Diibaratkan Banteng Loreng Binoncengan, Apa Penjelasannya?
Baca juga: Cerita Siti Inggil, Situs Ratu Kalinyamat di Desa Kriyan Jepara
Baca juga: Pemuda di Kebumen Curi Mesin Kapal di Waduk Sempor, Dijual untuk Penuhi Kebutuhan Hidup